Konten dari Pengguna

Faktor-faktor Utama Terjadinya "Cinlok"

Muhammad Iqbal Awaludien

Muhammad Iqbal Awaludien

Berbagi informasi dan gagasan. Semoga suka, semoga menginspirasi.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Iqbal Awaludien tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktor-faktor Utama Terjadinya "Cinlok"
zoom-in-whitePerbesar

Sumber gambar: lukeroxas

Pernikahan selebritis Korea Selatan Song Joong Ki dan Song Hye Kyo menjadi trending topic dunia beberapa hari yang lalu (31/10/2017). Banyak yang merasa kaget dengan terjadinya pernikahan ini. Pasalnya, keduanya sering kali menutupi perihal hubungan spesial yang mereka jalani. Kabarnya mereka mengalami cinta lokasi atau cinlok saat bersama-sama membintangi membintangi Descendants of the Sun.

Selain artis Korea tersebut, selebritis tanah air pun banyak yang mengalami cinta lokasi hingga berujung pernihakan. Sebut saja di antaranya Alyssa Soebandono - Dude Herlino yang dipertumukan dalam serial Cinta Anak Cucu Adam, Chelsea Olivia - Glenn Alinskie dalam sinetron Buku Harian Nayla, dan Marsha Timothy - Vino G Bastian yang beradu akting dalam film Calon Bini.

Seperti dilansir Doktersehat.com (05/07/2017), cinta lokasi bisa terjadi pada semua orang, tidak hanya pada dunia selebritis. Pakar psikologi menyebutkan bahwa cinta lokasi bisa terjadi di tempat kerja, tempat nongkrong, atau bahkan karena berada di dalam satu kelompok belajar yang sama. Apa alasan dari munculnya cinta lokasi ini?

Frekuensi Bertemu yang Intens

Menghabiskan lebih dari separuh waktu dalam sehari di tempat kerja, kuliah, dan sekolah membuat intensitas bertemu dengan teman-teman lebih sering. Jika kamu punya teman dekat dan sering berbagi cerita, dia akan menjadi tempat yang tepat untuk berbagi suka-duka dan meminta pendapat. Dari sinilah biasanya mulai tumbuh benih-benih cinta. Kalau menurut pepatah Jawa, “witing tresno jalaran soko kulino” yang kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, yaitu cinta tumbuh karena terbiasa. Terbiasa bersama-sama, hmmmmm

Dukungan Lingkungan Sekitar

Jangan remehkan lingkungan sekitar. Misalnya kamu dekat dengan seseorang. Awalnya sih sebatas teman biasa, tak kurang tak lebih. Tapi karena sering di-cie-cie-in, dikit-dikit cie, dikit cie, sama teman-teman di sekitar, tiba-tiba kamu jadi suka sama dia. Eh, ternyata mereka pun ternyata mendukung, bahkan ada yang berusaha menjodohkan. Klik deh! Cinlok bersemi indah berseri. Ah, betapa indahnya.

Mudah Jatuh Cinta

Ada karakter orang yang mudah jatuh cinta. Secara psikologis karakter ini adalah orang yang terbuka, selalu mencari kenyamanan, dan merasa unsecure jika sendirian. Di satu sisi memang cukup merugikan karena bisa jadi setiap merasa nyaman dengan seseorang “dia” akan jatuh cinta, baik itu kepada teman kantor, teman komunitas, maupun teman bermain. Orang dengan karakter sama seperti ini saling bertemu, jadilah tanpa pikir panjang, KLOP! Meski mungkin mereka masih punya pasangan masing-masing. Akibatnya, potensi kegagalan percintaan orang yang mudah jatuh cinta lebih besar daripada yang sulit jatuh cinta. Karena mereka akan sering berganti pasangan seiring perubahan lokasi dan lingkungan di mana mereka intens bergaul.

Jadi bagaimana, kamu mau pilih 'cinlok' dengan alasan yang mana?