Konten dari Pengguna

Harapan Warga Kampung Betawi untuk Dapat Lebih Diberdayakakan

Iqbal Dwiharianto

Iqbal Dwiharianto

Interested in international relations, philosophy, and basketball.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Iqbal Dwiharianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Harapan Warga Kampung Betawi untuk Dapat Lebih Diberdayakakan
zoom-in-whitePerbesar

Setu Babakan mulai dikenal sebagai Kampung Betawi, setelah kawasan tersebut diresmikan sebagai Cagar Budaya Betawi pada 2004 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. Meski namanya sudah mulai dikenal sebagai salah satu tempat tujuan wisata, beberapa warga setempat masih memiliki harapan untuk dapat lebih diberdayakan dalam hal kepengurusan acara yang dilaksanakan di kawasan tersebut.

Rabu pagi (8/11), kumparan menyambangi lokasi Setu Babakan yang terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, kami sempat mewawancarai beberapa warga yang sedang berkumpul di areal masjid, tidak jauh dari pintu masuk menuju Kampung Betawi.

Menanggapi hal itu, Puji (40), Ibu Ketua RT. 10 Setu Babakan, menjelaskan bahwa saat ini warganya belum begitu diberdayakan dalam hal kepengurusan acara di cagar budaya tersebut. Menurut keterangannya, saat ini kepengurusan masih dijalankan oleh yayasan yang lebih menggunakan tenaga orang - orang dari luar wilayah Setu Babakan.

"Kalau bisa sih, biar cagar budaya ini hidup, tolong deh warga asli Setu Babakan itu diberdayakan. Jadi, zona baru ini kan ngambilnya karyawan yayasan ya. Yang namanya yayasan kan mereka merekrut orang - orang luar, jadi orang wilayah (ini) itu gak dipake," jelas Puji.

Harapan Warga Kampung Betawi untuk Dapat Lebih Diberdayakakan (1)
zoom-in-whitePerbesar

Senada dengan Puji, Liana (42), Ibu Ketua RT. 13 Setu Babakan, menjelaskan bahwa acara - acara yang sudah pernah diadakan di kawasan Kampung Betawi selama ini lebih mengandalkan peran event organizer (EO), dibandingkan peran warga setempat.

"Kalau sekarang kan pakai EO mas. Acara - acara itu. Kita tidak akan terlibat, orang pakai EO. Ibaratnya semua di cover sama EO semua," jelas Liana.

Meskipun demikian, ia mengaku masih merasakan keuntungan dengan cukup banyak diadakannya acara acara budaya di kawasan Kampung Betawi tersebut.

"Paling kita alhamdulillah ketempatannya jadi ada banjir rezeki juga. Dari parkirannya. Lah udah anggap positifnya itu aja," tuturnya.