Pendekatan TNI Dalam Melawan Berita Hoax

Interested in international relations, philosophy, and basketball.
Tulisan dari Iqbal Dwiharianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo menjelaskan tentang perkembangan pertahanan Indonesia dalam dunia siber.
Berbicara dalam acara kumparan Onboarding Batch 2 pada Selasa pagi (14/11/17), Gatot mengatakan bahwa ancaman keamanan yang saat ini ada sudah bergeser ke arah perang proxy yang melibatkan banyak kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut penjelasannya, hal tersebut berbahaya dikarenakan generasi muda saat ini, atau yang ia sebut sebagai generasi Y, mempunyai kedekatan yang kuat dengan alur informasi yang serba cepat.
"Nah, kehidupan berbangsa dan bernegara ini utk generasi Y ini yang tidak bisa lepas, satu hari delapan belas jam minimal pasti sebelum tidur lihat (handphone) dulu kan?" ucap Gatot.
Melanjutkan penjelasannya mengenai ancaman perang Proxy di Indonesia, Gatot menjelaskan bahwa ia sudah mempersiapkan langkah anstipasi untuk masalah tersebut. Menurutnya, TNI telah melakukan edukasi terhadap masyarakat agar terhindar dari berita palsu (hoax) dengan cara turut aktif memberikan informasi langsung kepada masyarakat Inndonesia melalui akun - akun resmi media sosial.
Dari penjelasannya, pendekatan semacam ini perlu dilakukan oleh TNI sebagai salah satu bentuk penyesuaian dengan perkembangan teknologi yang telah berkembang pesat
