DIGITALENT EXPO 2026, Wadah Mahasiswa Universitas Pamulang Eksplorasi Teknologi

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Iqbal Julyansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Membahas AI, deepfake, data analytics, dan pentingnya verifikasi informasi di era synthetic reality.

Tangerang Selatan — Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) menghadirkan DIGITALENT EXPO 2026 sebagai ruang untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi digital sekaligus memperluas wawasan mengenai kecerdasan buatan (AI), data analytics, dan tantangan di era synthetic reality.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam menghadirkan pembahasan teknologi yang relevan dengan perkembangan dunia digital. Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Iqbal Julyansyah, mahasiswa Universitas Pamulang yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan DIGITALENT EXPO 2026.
Salah satu sesi utama dalam kegiatan tersebut mengangkat tema “Trust Nothing, Verify Everything: Data Analytics in the Age of Deepfakes and Synthetic Reality” dengan Arry Hutomo sebagai narasumber. Sesi ini membahas perkembangan deepfake, deep learning, data analytics, serta pentingnya membangun sistem yang mengedepankan kepercayaan dan proses verifikasi.
Mengenal Perkembangan Deepfake
Dalam sesi tersebut, Arry Hutomo membahas perkembangan deepfake yang memanfaatkan teknologi deep learning untuk menghasilkan maupun memanipulasi konten digital, seperti wajah, suara, dan video.
Teknologi deepfake mulai mendapatkan perhatian luas sejak sekitar 2017 dan terus berkembang seiring meningkatnya kemampuan teknologi kecerdasan buatan. Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dapat menghasilkan konten yang semakin menyerupai kondisi nyata.
“Otak manusia mudah dimanipulasi untuk mengikuti apa yang menjadi instruksi yang ada,” ujar Arry dalam sesi tersebut.
Pembahasan ini memberikan perspektif kepada peserta bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan memahami dan memverifikasi informasi yang diterima.
Relevan dengan Dunia Kerja
Topik deepfake juga dikaitkan dengan situasi yang dapat terjadi di lingkungan kerja. Salah satu ilustrasi yang dibahas adalah ketika seseorang menerima instruksi digital dengan wajah dan suara yang tampak sama seperti orang yang dikenalnya, bahkan disertai dokumen yang terlihat resmi.
Situasi tersebut menunjukkan pentingnya proses verifikasi sebelum sebuah instruksi dijalankan. Konfirmasi melalui saluran komunikasi lain, pemeriksaan sumber dokumen, serta kesesuaian dengan prosedur organisasi dapat menjadi bagian dari proses tersebut.
Bagi mahasiswa, pemahaman ini menjadi relevan karena perkembangan teknologi digital juga membawa perubahan terhadap cara komunikasi dan aktivitas profesional di dunia kerja.
Data Analytics untuk Membaca Anomali
Selain deepfake, pembahasan juga mencakup peran data analytics dalam mendeteksi anomali.
Data analytics memungkinkan pola dalam kumpulan data dianalisis untuk menemukan aktivitas yang berbeda dari kondisi normal. Ketika ditemukan pola yang tidak biasa, informasi tersebut dapat menjadi indikator untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pemanfaatan analisis data dengan demikian tidak hanya mendukung pengolahan informasi, tetapi juga dapat membantu organisasi dalam membuat keputusan berdasarkan pola dan data yang tersedia.
Membangun Trust by Design
Konsep Trust by Design turut menjadi bagian dari pembahasan. Pendekatan ini menempatkan aspek kepercayaan, keamanan, dan verifikasi sebagai bagian dari proses perancangan sistem sejak awal.
Penerapannya dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme, seperti autentikasi, validasi sumber data, pencatatan aktivitas, serta analisis terhadap pola penggunaan sistem.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi tidak hanya berorientasi pada kemampuan sistem dalam menjalankan fungsi tertentu, tetapi juga pada bagaimana sistem dapat mendukung proses yang lebih aman dan dapat diverifikasi.
Mahasiswa dan Perkembangan Teknologi
Keterlibatan 20 mahasiswa Universitas Pamulang, termasuk Iqbal Julyansyah, menjadi bagian dari pelaksanaan DIGITALENT EXPO 2026. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk terlibat dalam menghadirkan ruang pembelajaran mengenai perkembangan teknologi sekaligus memperluas wawasan peserta.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengenal lebih jauh perkembangan AI, deep learning, deepfake, data analytics, dan Trust by Design yang semakin relevan dalam kehidupan digital.
Pesan “Trust Nothing, Verify Everything” menjadi pengingat penting untuk terus meningkatkan kemampuan literasi digital. Di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, kemampuan memahami teknologi dan melakukan verifikasi informasi menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan digital yang lebih cermat.
DIGITALENT EXPO 2026 diharapkan dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk terus mengeksplorasi teknologi, mengembangkan kemampuan analitis, dan mengambil bagian dalam menciptakan inovasi digital yang bermanfaat bagi masyarakat.
