Apakah Media Demokrasi Dikendalikan?

Broadcast Communication Student - UINJKT22 Creating Stories, Shaping Voices ISTP-T , CHULA SOON
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zahra Sya'bani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta - Demokrasi, sering menjadi bahan perbincangan di kalangan politisi dan masyarakat. Demokrasi dalam media memiliki peran yang signifikan terhadap informasi dan pengawasan. Di Indonesia, berbagai pertanyaan sering diajukan, apakah media demokrasi dikendalikan? Apakah media saat ini relevan? Berbagai faktor mempengaruhi indepedensi media, menciptakan berbagainya tantangan baru bagi keberagaman informasi dan objektivitas berita.
Politik saat ini menjadi faktor utama dalam mempengaruhi media. Banyaknya partai politik dan pejabat pemerintah, menjadikan media sebagai kepentingan dalam pengaturan narasi. Media yang terafiliasi politik, akan cenderung menyajikan informasi tentang agenda politik mereka, dan mengabaikan pandangan alternatif. Ini menyebabkan terjadinya bias informasi terhadap opini publik dan pengaruh perspektif masyarakat terhadap media.
Bukan hanya politik, ekonomi juga dapat mempengaruhi media. Banyaknya media di Indonesia dikuasi dan dimiliki oleh konglomerat atau perusahaan besar yang memiliki tujuan bisnis. Masalah seperti ini, membuat berita yang disajikan bisa hanya fokus pada kepentingan pemilik media daripada fakta yang objektif. Iklan yang menjadi ketergantungan dalam bisnis media serta pendanaan, juga dapat memengaruhi editorial media dan membuat tekanan terhadap ekonomi.
Selain media dipengaruhi oleh politik dan ekonomi, masyarakat dan kebudayaan juga mempengaruhi media saat ini. Media cenderung mengikuti arus publik, agenda setting mengatakan, ‘apa yang dianggap penting masyarakat, akan dianggap penting pula di media’. Dan spiral of silece theory menganggap media sebagai bentuk homogenitas, dimana minoritas dalam pemberitaan sering kali terabaikan.
Walaupun banyak faktor yang mempengaruhi media saat ini, media masih tetap berusaha mempertahankan independensi dan objektivitas mereka. Dengan memprioritaskan jurnalisme investigasi dan fakta-fakta yang akurat, masyarakat dapat berkontribusi menciptakan ruang untuk diskusi yang lebih sehat.
Media demokrasi di Indonesia memang mengalami tantangan yang besar, dan cenderung dikendalikan. Namun, bagi masyarakat penting untuk tetap berpikir kritis dan mencari informasi yang relevan dan beragam untuk membuka wawasan yang lebih luas terhadap isu-isu yang akan dihadapi. Dengan begitu masyarakat dapat mendorong media yang lebih independen dan objektif di Indonesia.
Zahra Nur Syabania mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
