Konten dari Pengguna

Pelajar Filipina dan Thailand Pelajari Budaya Indonesia di MAN 2 Tasikmalaya

Irfan Ansori

Irfan Ansori

Pengajar di MAN 2 Tasikmalaya

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Irfan Ansori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Pribadi

TASIKMALAYA - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya (Mandutas) menjadi tuan rumah kegiatan 5th International Student Exchange, dengan mengundang dua sekolah dari negara ASEAN, yaitu Chiang Rai Provincial Administrative Organization (CRPAO) School dari Thailand dan Bicol Regional Science Highschool dari Filipina.

Para perwakilan siswa dan guru dari kedua negara sahabat tersebut akan berada di Indonesia selama sepuluh hari, mulai dari tanggal 6 hingga 16 Mei 2025. Kedatangan mereka disambut hangat dalam acara pembukaan resmi yang digelar pada Kamis, 8 Mei 2025, di Kampus MAN 2 Tasikmalaya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Asep Bahria, S.Ag, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman serta pentingnya mendidik anak sesuai dengan eranya. Beliau menekankan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk saling mengenal antar bangsa, bukan sekadar identitas tetapi juga budaya, yang pada akhirnya akan meningkatkan rasa kemanusiaan, tanpa memandang latar belakang agama, suku, dan lainnya.

“Pihak Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya mendukung penuh terhadap program pertukaran pelajar ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut bahkan dengan melibatkan lebih banyak negara di tahun mendatang, sehingga memberikan dampak positif bagi Indonesia,” ungkapnya.

Kepala MAN 2 Tasikmalaya, Drs. H. Dadang Asa, M.Pd, mengungkapkan bahwa program International Student Exchange ini merupakan inisiatif madrasahnya untuk mengenalkan budaya di luar Indonesia kepada para siswa. Hal ini sejalan dengan semangat ajaran Islam untuk saling mengenal, yang diyakininya akan memberikan banyak manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

“Semoga para tamu dari Thailand dan Filipina merasa nyaman selama berada di Indonesia, khususnya di MAN 2 Tasikmalaya, selama kurang lebih satu minggu ke depan,” harapnya.

Ketua Komite MAN 2 Tasikmalaya, Drs. H. Abdul Chobir, M. T, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan, baik bagi MAN 2 Tasikmalaya maupun bagi para peserta dari Thailand dan Filipina. Beliau berharap program ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membahagiakan, serta memberikan kesan positif tentang kultur dan budaya Indonesia, terutama kekhasan MAN 2 Tasikmalaya sebagai lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ighani Abdul Malik (siswa kelas XI-13), menyatakan kebanggaannya atas kehadiran para siswa dari Thailand dan Filipina. Ia menegaskan bahwa International Exchange Program merupakan agenda penting di sekolahnya serta berharap program ini akan menjadi kenangan indah bagi para siswa.

Perwakilan guru dari Chiang Rai Provincial Administrative Organization (CRPAO) School Thailand, Mrs. Jatupon Kjjanon, mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan ini. Beliau berharap para siswanya dapat mempelajari budaya Indonesia dan meyakini bahwa mempelajari budaya lain akan menumbuhkan rasa saling menghormati. “Terimakasih atas sambutannya dan mari kita Bersama-bersama bertumbuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Head of Department Bicol Regional Science Highschool Filipina, Mrs. Kristina M Nieves, menyampaikan bahwa ini adalah pengalaman pertama mereka di Indonesia. Mereka merasa sangat senang, terutama setelah diajak mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), yang menurutnya merupakan simbol semangat persatuan internasional. “Terima kasih atas berbagai pengalaman berharga yang telah mereka dapatkan sejauh ini,” pungkasnya.

Selama berada di Tasikmalaya, para siswa dan guru dari Thailand dan Filipina juga akan berkesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan Kerajinan Batik, salah satu warisan budaya Indonesia yang telah mendunia. Mereka akan belajar tentang filosofi di balik motif-motif batik serta mencoba membuat batik sendiri.

Berbagai aktivitas budaya lainnya, khususnya budaya Sunda, juga telah disiapkan untuk memberikan pengalaman yang mendalam. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang seni, tradisi, Indonesia kepada para peserta International Student Exchange.