Konten dari Pengguna

Cendekiawan Nusantara untuk Indonesia Maju 2045

Irfan kharisma Putra
Lecture, Konsultan Strategi Kewirausahaan Desa, Awardee Beasiswa Pendidikan Indonesia 2023 Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen UNAIR
9 Maret 2024 7:21 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Irfan kharisma Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) adalah program beasiswa yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini dimulai pada tahun 2021 dan saat ini sudah memasuki tahun ketiga pada tahun 2024. BPI telah berhasil memberikan beasiswa kepada 9.227 penerima dari tingkat D4/S1 hingga S3. Hingga tahun ini, program BPI telah menghasilkan 250 alumni.
ADVERTISEMENT
Dalam program beasiswa, pengelolaan alumni sangat penting untuk menjaga keterlibatan antara pemberi beasiswa dan penerima beasiswa. Pengelolaan alumni ini bertujuan untuk menunjukkan dampak pemberian beasiswa dalam meningkatkan kompetensi individu yang terpilih, yang merupakan salah satu tujuan dari program beasiswa tersebut. Oleh karena itu, pada tahun 2024, BPI melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk membentuk Ikatan Alumni Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia.
Munas ini diadakan di Yogyakarta dan dihadiri oleh 45 perwakilan penerima beasiswa dari berbagai daerah serta alumni dari berbagai jenjang dan program. Beberapa penerima beasiswa mengikuti Munas secara daring. Munas yang berlangsung selama tiga hari ini menghasilkan kesepakatan mengenai nama Ikatan Alumni BPI, yaitu "Cendekiawan Nusantara (Cendikara)". Selain itu, juga disusun dan disahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Ikatan Alumni serta dilakukan pengukuhan Ketua Ikatan Alumni, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara yang terpilih sebagai perangkat utama Ikatan Alumni.
ADVERTISEMENT
Dalam konteks "Cendekiawan Nusantara (Cendikara)", teori pembelajaran organisasi atau organizational learning theory memiliki relevansi penting. Teori ini menekankan pentingnya organisasi sebagai entitas yang belajar dan berkembang melalui pengalaman, pengetahuan, dan informasi yang dikumpulkan dari anggotanya.
Inisiatif "Cendekiawan Nusantara (Cendikara): Dari BPI untuk Indonesia Maju 2045" memiliki tujuan yang mulia dan relevan dengan visi masa depan Indonesia. Melalui penggabungan konsep "Nusantara" yang melambangkan pengabdian yang tulus dan "Cendekiawan" yang menekankan kecerdasan, inisiatif ini menunjukkan komitmen para alumni beasiswa pendidikan Indonesia untuk berkontribusi dalam memajukan negara mereka.
Perkumpulan ini merupakan langkah awal yang pasti dari BPI. Ini bukanlah soal sejauh mana, seberapa lama, atau seberapa banyak, tetapi lebih tentang dampak yang dapat diberikan bagi bangsa tercinta.
ADVERTISEMENT
Visi "Indonesia Maju 2045" yang tercantum dalam judul juga menunjukkan pandangan jangka panjang yang ambisius. Para cendekiawan nusantara yang telah menerima beasiswa pendidikan akan berperan aktif dalam mencapai kemajuan dan perkembangan bangsa Indonesia. Ini mencerminkan semangat kolaborasi dan komitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Melalui inisiatif ini, para alumni dan penerima beasiswa pendidikan Indonesia dapat menggabungkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mereka untuk memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, penelitian, inovasi, pemerintahan, dan pembangunan sosial. Dengan menjadi cendekiawan nusantara yang berkomitmen terhadap kemajuan Indonesia, mereka dapat menjadi agen perubahan yang kuat dan berperan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Para cendekiawan nusantara dapat mendorong kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman antar anggota perkumpulan. Melalui diskusi, pertemuan, dan kegiatan lainnya, mereka dapat saling belajar dan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang isu-isu pendidikan dan masalah yang dihadapi Indonesia.
ADVERTISEMENT
Selain itu, fokus pada tahun 2045 sebagai target juga memberikan pandangan jangka panjang yang penting. Hal ini memungkinkan para cendekiawan nusantara untuk membangun kerangka kerja dan strategi yang berkelanjutan dalam mencapai visi tersebut. Dalam prosesnya, mereka juga dapat memberikan inspirasi, membimbing, dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi dalam membangun masa depan Indonesia.
Secara keseluruhan, inisiatif "Cendekiawan Nusantara (Cendikara): Dari BPI untuk Indonesia Maju 2045" adalah upaya yang kuat dalam memobilisasi potensi dan keahlian para alumni beasiswa pendidikan Indonesia untuk kemajuan bangsa. Dengan menggabungkan pengabdian yang tulus dan kecerdasan, mereka dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkelanjutan.
PERWAKILAN LURAH_LURAH SE INDONESIA DALAM AGENDA MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS)