Konten dari Pengguna

Mencegah Kekerasan Pemuda di Polewali Mandar: Tanggung Jawab Bersama

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sitti Nur Amalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh: [Sitti Nur Amalia]

Gambar 1:Ilustrasi ini cocok digunakan sebagai gambar pendukung opini Kumparan berjudul “Mencegah Kekerasan Pemuda di Polewali Mandar: Tanggung Jawab Bersama.” (di olah lansung menggunakan AI)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1:Ilustrasi ini cocok digunakan sebagai gambar pendukung opini Kumparan berjudul “Mencegah Kekerasan Pemuda di Polewali Mandar: Tanggung Jawab Bersama.” (di olah lansung menggunakan AI)

Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki kekayaan budaya, nilai kekeluargaan, dan semangat gotong royong. Namun, keamanan dan ketenteraman masyarakat perlu terus dijaga agar kehidupan sosial tetap harmonis. Salah satu persoalan yang patut mendapat perhatian adalah kekerasan yang melibatkan kelompok pemuda.

Pada 19 Oktober 2026, detikSulsel memberitakan peristiwa penyerangan terhadap dua pengendara sepeda motor di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka serius. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dapat menimbulkan dampak yang sangat besar bagi korban, keluarga, dan masyarakat.

Menurut saya, peristiwa tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan hukum yang menjadi tanggung jawab kepolisian. Kekerasan antarpemuda juga perlu dilihat sebagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama. Keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemuda memiliki peran penting dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.

Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan karakter seseorang. Orang tua perlu menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap orang lain. Selain itu, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat membantu mencegah perilaku menyimpang. Pemuda juga perlu memahami bahwa menyelesaikan masalah melalui kekerasan bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan.

Lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan juga perlu memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka. Kegiatan olahraga, seni, diskusi, dan kegiatan sosial dapat menjadi sarana untuk membangun solidaritas yang positif. Dengan demikian, energi dan kreativitas pemuda dapat diarahkan pada kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum perlu memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, pengawasan di wilayah rawan, serta penegakan hukum yang adil. Penanganan kasus kekerasan harus dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat juga perlu berani melaporkan kejadian yang membahayakan keselamatan tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Saya berpendapat bahwa keamanan daerah bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Pemuda harus menjadi bagian dari solusi, bukan sumber ketakutan bagi lingkungan sekitarnya. Keberanian yang sesungguhnya bukanlah kemampuan untuk menyakiti orang lain, melainkan kemampuan mengendalikan diri, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan persoalan secara damai.

Pada akhirnya, Polewali Mandar membutuhkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap keselamatan sesama. Peristiwa kekerasan yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak terulang kembali. Dengan memperkuat pendidikan karakter, kepedulian keluarga, kegiatan positif, dan penegakan hukum, masyarakat dapat ikut mewujudkan Polewali Mandar yang aman, damai, dan bermartabat.

Sumber berita: detikSulsel, “2 Pemotor di Polman Diserang Geng Motor, 1 Orang Tewas”, 19 Oktober 2026.

Tautan: https://www.detik.com/sulsel/hukum-dan-kriminal/d-8713348/2-pemotor-di-polman-diserang-geng-motor-1-orang-tewas/amp