Konten dari Pengguna

Tikus Emas, Pantai Dengan Berbagai Fasilitas dan Area Bermain

Irwan Aulia Rachman

Irwan Aulia Rachman

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Irwan Aulia Rachman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BANGKA - Pertengahan 2016 saya mendapat informasi adanya pantai baru yang menambah tapak wisata di pesisir barat pulau Bangka. Seperti tempat wisata pantai pada umumnya di Bangka, dalam benak saya pantai baru ini tidak jauh berbeda dengan pantai yang lebih dulu lahir. Namun saat pertama kali berkunjung kesana, saya melihat pantai ini memiliki potensi yang berbeda.

Pantai Tikus Emas, lokasi wisata ini memiliki garis pantai yang panjang membentang diapit oleh Pantai Tanjung Pesona di sebelah utara dan Pantai Tikus di sebelah selatan. Batu granit yang banyak ditemukan di pantai pulau Bangka, justru di pantai ini tidak ada. Digantikan pohon cemara laut yang berbaris di sepanjang pantai membuat pemandangan lebih asri dan teduh. Biru laut, pasir putih dan hijau cemara menciptakan estetika perpaduan warna alam.

Saat kunjungan selanjutnya ke Pantai Tikus Emas, pengelola terus membenahi dan mengembangkan sarana dan fasilitas pantai. Ini bukti keseriusan pengelola pantai untuk terus menambah daya tarik pengunjung. Sarana dan fasilitas yang diberikan seperti restauran, pondokan, kolam penyu dan lobster, arena motor roda empat (ATV), lapangan voli pantai, futsal, arena fly fox dan perahu dayung.

Pengelola pantai juga menyediakan sarana permainan air yakni jet ski dan banana boat. Di samping area parkir juga sedang dibangun vila yang nantinya untuk disewakan kepada pengunjung. Vila tersebut memiliki dua kamar berada di lantai dua dan lantai satu bisa digunakan untuk ruang pertemuan atau acara lain.

Saat kita masuk ke area pantai, kita temukan patung tikus berwarna emas setinggi lima meter yang seakan menyambut pengunjung. Patung ini juga disebut sebagai ikon pantai yang banyak dijadikan sebagai lokasi foto para pengunjung. Tak kalah, tulisan besar Pantai Tikus Emas yang berada di tebing sebelah kanan juga menjadi lokasi foto favorit. Apalagi dibawah tulisan itu telah dibangun kolam yang dikelilingi taman menambah cantik suasana. Di kolam itu juga kita bisa naik perahu dayung, tapi saat akhir pekan harus bersabar antri karena perahu yang disediakan hanya satu mengingat area kolam yang terbatas.

Bagi anda penyuka adrenalin bisa mencoba fly vox dengan membayar Rp 30.000 sekali meluncur. Walaupun tidak begitu tinggi, namun tidak ada salahnya anda coba untuk merasakan sensasi meluncur sambil melihat suasana pantai. Atau anda ingin berpacu dengan kecepatan bisa mencoba motor ATV di sirkuit off road mini dengan membayar Rp 25.000 selama 10 menit.

Pantai Tikus Emas punya fasilitas permainan air yang cukup diminati pengunjung. Seperti banana boat yang banyak dipilih pengunjung untuk bersenang-senang. Cukup merogoh kocek Rp 250.000 per trip anda bersama lima orang teman sudah bisa seru-seruan di atas banana boat yang ditarik jet boat. Atau bila ingin sensasi kecepatan diatas air, anda bisa mencoba jet boat dengan membayar Rp 1 juta per jam.

Akhir pekan itu ada 5 bus membawa rombongan wisatawan. Salah satu bus membawa belasan karyawan sebuah bank swasta yang sedang menggelar family gathering. Widiyati yang membawa rombongan karyawan tersebut mengatakan, memilih Pantai Tikus Emas sebagai lokasi family gathering karena memiliki area yang luas dan dilengkapi fasilitas penyewaan tenda, kursi dan alat pemanggang ikan. Hari itu Widiyati juga memesan orgen tunggal lengkap dengan panggung kecil untuk memeriahkan acara.

“Disini enak kalau bikin acara karena kami yang kami butuhkan bisa pesan dengan pengelola pantai. Orgen ini juga kita gak bawa dari luar, disini kalau mau bisa pesan dan gak mahal,” jelasnya.

Ke pantai memang terasa kurang lengkap bila tidak mandi di pantai, namun bila gelombang air laut sedang tidak bersahabat, pengunjung bisa olahraga voli pantai dan futsal tanpa membayar. Setiap akhir pekan juga disediakan kuda yang akan mengantar anda keliling seputaran pantai dengan membayar Rp 20.000 sekali putaran.

Wasis Pujo Pranoto selaku pengelola Pantai Tikus Emas menceritakan bentuk pantai ini sebelumnya berantakan akibat dijarah dan ditinggalkan begitu saja oleh penambang ilegal. Sebelumnya dipantai ini tumpukan buangan pasir tambang membentuk tebing setinggi lima meter. Belum lagi lubang-lubang di pinggir laut menambah lokasi ini tak karuan.

Selama tujuh bulan Pujo mulai membenahi lokasi ini menggunakan dua eskavator. “Saya dulu yang benahin lokasi ini, mulai dari atas kami buat jalan masuk menggunakan alat berat. Proses awalnya tiga bulan tapi posisi pasir dari atas sampai ke pantai masih miring jadi kalau hujan air dari atas deras. Lalu kami bentuk lagi saya buat gambar kasarnya, lalu kami tata lagi totalnya tujuh bulan sampai bentuknya seperti ini,” ceritanya.

Menurut Pujo, setahu dirinya yang mendengar dari warga setempat, nama Pantai Tikus berasal dari nama sesepuh setempat yang diberi julukan Sang Lo Chu yang berarti tikus hutan. Menurut cerita diberi julukan tersebut karena beliau terkenal cepat saat melewati semak belukar di dalam hutan. Makam Sang Lo Chu juga berada tidak jauh dari area pantai.

“Kalau pantai tikus kan sudah ada, jadi kami tambahkan nama emas. Patung tikus emas juga sengaja kami buat menghadap ke arah makam Sang Lo Chu karena permintaan sesepuh disini,” ceritanya.

Pujo mengaku usahanya membangun tapak wisata baru tidak sia-sia. Ini terbukti dari jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap harinya. Kini pengunjung dikenakan tarif masuk Rp 5000 per orang tidak termasuk anak-anak. “Kalau hari biasa jumlah pengunjung ratusan, kalau akhir pekan bisa mencapai ribuan parkir saja sampai keatas. Bahkan saat proyek pembangunan kawasan wisata ini belum selesai sudah banyak pengunjung padahal kami tidak pernah melakukan promosi,” akunya.

Pujo mengatakan area pantai memiliki luas tiga hektar, namun secara keseluruhan kawasan wisata Pantai Tikus Emas menempati lahan seluas delapan hektar. Di kawasan ini juga pengelola akan terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung dengan berusaha mempercantik dan mengembangkan fasilitas dan sarana terutama dalam hal kebersihan.

”Kami berharap pengunjung mau membuang sampah ditempat yang telah kami sedia diseluruh area. Kami juga berharap juga pihak pemerintah daerah untuk membantu promosi karena kalau pariwisata ini maju pemerintah juga yang mendapat kontribusinya.” Harapnya.