Konten dari Pengguna

Kenyang Dibully, Yaya Sukabumi Bangkit Menjemput Prestasi

Irwan Kurniawan

Irwan Kurniawan

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Irwan Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenyang Dibully, Yaya Sukabumi Bangkit Menjemput  Prestasi
zoom-in-whitePerbesar

Yaya (kanan) saat menerima piagam dan uang kadeudeuh dari Bupati Sukabumi. foto bambang.

SUKABUMI-Modal berani, modal percaya diri, menjadi pondasi utama Yaya Firmansyah bisa bergelut dengan semua tantangan hidup yang ia hadapi, bisa mengharumkan nama Sukabumi dengan prestasi yang ia miliki.

Atlet disabilitas panjat tebing asal Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini adalah salah satu atlet disabilitas kebanggaan Kabupaten Sukabumi. Sejak lahir, Yaya sudah terlahir dengan keterbatasan fisik.

Yaya kecil sempat kenyang dibully semasa duduk di bangku sekolah dasar oleh teman-teman sebayanya. Semasa di bangku kuliahpun Yaya mengaku tidak sedikit orang yang memandang sebelah mata akan keterbatasan fisiknya. Tapi dari situlah Yaya bangkit menatap tantangan. Pelan tapi pasti gelora mentalnya kian bangkit. Ia bangkit ingin membuktikan kepada orang-orang di sekitarnya, jika keterbatasan fisik tak membuat seseorang menyerah berpangku tangan kepada yang normal.

Bekal motivasi dari kedua orangtua pun menjadi energi lain, terutama doa dan dukungan lahir batin ibundanya, itu menjadi pelecut semangat Yaya untuk terus berprestasi hingga sampai saat ini.

Meski belum memperoleh medali emas, pria lulusan Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung tahun 2017 ini setidaknya sudah mampu mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi diajang panjat tebing nasional 2017 di Makasar dan panjang tebing tingkat Asia di Bali pada Februari 2017 lampau. Diajang kejuaran panjang tebing disabilitas tersebut, anak bungsu dari dua bersaudara pasangan H. Saefudin dan Hj. Jojoh ini memperoleh medili perak dan harapan satu.

Yaya memperoleh kemampuan panjang tebing melalui jalan otodidak, selebihnya mendapat ilmu dan bimbangan langsung dari guru sekaligus pelatihnya yakni Epa Mulyana, guru di SLB Negeri Surade Kabupaten Sukabumi, tempat di mana Yaya menimba ilmu.

“Modal saya berani dan percaya diri. Keterbatasan fisik yang saya miliki bukan halangan untuk berprestasi,”katanya.

Selain jadi atlet disabilitas, pria kelahiran Sukabumi tahun 1994 ini juga ternyata mempunyai kesibukan sebagai motivator. Ya, Yaya Firmasnyah merupakan motivator yang kerap mengisi beberapa acara pengugah semangat hidup di sejumlah universitas atau tempat umumnya lain. Terakhir kata Yaya, ia menjadi salah satu narasumber acara motivasi di Surabaya Jawa Timur.

Karena semangat hidupnya yang luar biasa ini, Yaya sempat pula tampil di acara Hitam Putih Trans7 beberapa waktu lalu.”Dengan keterbatasan yang saya miliki, saya ingin berbagi motivasi hidup. Keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. Saya ingin berguna bagi sesama, baik dengan prestasi ataupun dengan berbagi pengamalan hidup,”terang pria yang memiliki hobi di bidang desaign IT ini.

Setelah lulus di Uninus Bandung, warga Desa Warnasari Kampung Banjarsari RT 05 02 Kecamatan Surade ini memilih jadi tenaga sukarelawan di SLB Negeri Surade.”Cita-cita saya sebenarnya menjadi pembimbing konseling pendidikan”ujar Yaya. (Irwan)