Konten dari Pengguna

Magang di KPPU Yogyakarta: Belajar Menjaga Persaingan Usaha yang Sehat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari isabel kandhi wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa UMY magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa UMY magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta.

Bagi mahasiswa Program Studi Manajemen, dunia kerja sering kali identik dengan perusahaan swasta, bank, atau start-up. Namun, ada satu ruang belajar yang tidak kalah menarik dan jarang dilirik, yaitu lembaga negara yang mengawasi persaingan usaha di Indonesia. Itulah yang kami rasakan saat berkesempatan magang di KPPU Kantor Wilayah VII Yogyakarta sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Mengenal KPPU, Wasit dalam Pertandingan Ekonomi

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) adalah lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Secara sederhana, KPPU dapat diibaratkan sebagai wasit dalam sebuah pertandingan ekonomi, yang memastikan setiap pelaku usaha bersaing secara adil, tanpa monopoli, kartel, maupun penyalahgunaan posisi dominan yang merugikan pelaku usaha lain dan masyarakat.

Menariknya, Kantor Wilayah VII yang berkedudukan di Yogyakarta dan membawahi wilayah Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki kekhususan dibanding kanwil KPPU lainnya. Kanwil VII difokuskan pada pengawasan kemitraan antara pelaku usaha besar dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sejalan dengan amanat regulasi mengenai kemudahan dan perlindungan bagi UMKM. Salah satu wujud nyatanya adalah keberadaan Omah Kemitraan Usaha (OKU), ruang konsultasi dan solusi bagi persoalan kemitraan usaha di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Relevansi dengan Ilmu Manajemen

Sekilas, dunia hukum persaingan usaha terasa jauh dari bangku kuliah Manajemen. Namun, semakin dalam kami magang di KPPU, semakin terasa bahwa keduanya saling terkait erat. Konsep persaingan usaha yang sehat merupakan fondasi lingkungan bisnis yang kondusif, yang menjadi materi dasar dalam mata kuliah Manajemen Strategik dan Ekonomi Manajerial.

Selain itu, aktivitas di KPPU juga menuntut kemampuan manajerial yang relevan dengan kompetensi mahasiswa Manajemen, mulai dari pengelolaan data dan administrasi organisasi, koordinasi lintas divisi, penyusunan dokumen resmi seperti risalah rapat, hingga pemahaman terhadap sistem tata kelola pengadaan pemerintah. Dengan demikian, magang di KPPU tidak hanya memperkaya wawasan mengenai regulasi bisnis, tetapi juga melatih keterampilan manajerial praktis yang aplikatif di berbagai jenis organisasi, baik sektor privat maupun publik.

Hari-Hari Pertama: Perkenalan yang Padat Makna

Minggu pertama magang diawali dengan kegiatan pembukaan (opening) secara resmi. Kami mendapatkan pemaparan mengenai regulasi dan ketentuan selama masa magang yang disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Administrasi, Ibu Septiana. Setelahnya, kami diajak berkeliling kantor melalui sesi orientasi fasilitas dan pengenalan ruang kerja yang dipandu oleh Bapak Sofyan.

Salah satu momen paling berkesan adalah sesi perkenalan dengan seluruh staf KPPU Kanwil VII, mulai dari divisi administrasi, kajian dan advokasi, penegakan hukum, petugas keamanan, hingga staf kebersihan. Sesi ini memberi gambaran nyata bagaimana sebuah instansi pengawas negara bekerja secara kolektif, di mana setiap divisi memiliki peran yang saling melengkapi demi terciptanya iklim usaha yang sehat.

Selain itu, kami mengikuti rangkaian administratif rutin bagi peserta magang, seperti pendaftaran sidik jari untuk keperluan presensi, mempelajari mekanisme sistem absensi kantor, hingga memahami struktur organisasi dan jabatan di lingkungan KPPU. Kami juga mulai dilibatkan dalam pembuatan risalah rapat opening dan menyiapkan dokumentasi laporan harian magang secara digital.

Tantangan Awal yang Membentuk Kebiasaan Baru

Dua minggu pertama menjadi masa adaptasi terhadap lingkungan kerja dan kultur organisasi yang baru. Informasi yang diterima cukup padat, mulai dari SOP, struktur organisasi, hingga alur kerja masing-masing divisi, sehingga dibutuhkan waktu untuk benar-benar memahaminya.

Salah satu tantangan nyata yang kami hadapi adalah proses revisi berulang pada risalah rapat, karena belum terbiasa dengan format risalah yang menjadi standar di Kanwil VII. Kami juga perlu beradaptasi dengan berbagai aplikasi berbasis web yang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari, seperti SIRUP, INAPROC, dan LPSE, sistem-sistem yang berkaitan dengan proses perencanaan dan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi proses belajar yang berharga. Revisi berulang pada risalah rapat membuat kami semakin memahami standar dokumentasi resmi instansi pemerintah, sementara proses mempelajari SIRUP, INAPROC, dan LPSE melatih ketelitian dan kemampuan adaptasi terhadap sistem digital yang mungkin belum pernah kami temui sebelumnya di bangku kuliah.

Penutup

Pengalaman awal magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta membuka perspektif baru bagi kami sebagai mahasiswa Manajemen, bahwa ilmu manajemen tidak hanya berlaku di ruang korporasi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga tata kelola ekonomi yang adil melalui lembaga negara. Proses adaptasi yang menantang di awal justru menjadi pijakan penting untuk memahami lebih dalam bagaimana pengawasan persaingan usaha bekerja demi kepentingan masyarakat luas, khususnya pelaku UMKM di Yogyakarta dan Jawa Tengah.