Magang di KPPU Yogyakarta, Tender Sehat Dimulai dari Data Rapi

Mahasiswi Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari isabel kandhi wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh: Isabel Kandhi Wijaya (Mahasiswa Manajemen UMY magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta)

Cerita mahasiswa Manajemen UMY menelusuri data tender, survei harga, dan membandingkan dokumen saat magang di KPPU Yogyakarta
Sebagai mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), saya dulu mengira tender yang sehat hanya soal aturan dan keputusan besar. Ternyata, setelah magang di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Kanwil VII Yogyakarta, saya belajar bahwa tender yang sehat justru berawal dari hal yang tampak sederhana: data yang rapi.
Tender: Arena Persaingan yang Perlu Dijaga
Tender adalah proses pengadaan barang dan jasa yang idealnya memberi kesempatan setara bagi semua pelaku usaha. Persaingan yang sehat di dalamnya menghasilkan penawaran terbaik dan penggunaan anggaran yang lebih efisien. Karena itu, tender menjadi salah satu perhatian dalam pengawasan persaingan usaha sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.
Pengawasan yang baik membutuhkan fondasi informasi yang baik. Di sinilah tugas-tugas magang saya terhubung.
Tiga Tugas, Satu Pelajaran
1. Menelusuri data tender. Tugas pertama saya adalah mencari dan mengumpulkan data tender dari sumber yang tersedia. Saya belajar bahwa data harus ditelusuri secara sistematis dan dicatat dengan format yang konsisten, supaya mudah dibaca dan dipakai kembali oleh tim.
2. Survei harga semen dan tepung. Saya juga melakukan survei harga dua komoditas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari sini saya paham bahwa gambaran pasar yang nyata hanya bisa didapat dengan melihat langsung dan mencatat dengan teliti, bukan dengan asumsi.
3. Membandingkan RKK antar perusahaan. Tugas ketiga melatih ketelitian saya menelaah dokumen. Membandingkan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) mengajarkan saya membaca dokumen dengan runtut, memperhatikan detail, dan menjaga objektivitas.
Ketika Teori Manajemen Bertemu Data
Sebagai mahasiswa manajemen, saya melihat tiga tugas ini sebagai praktik nyata dari ilmu yang saya pelajari:
Pengelolaan informasi. Data yang terkumpul rapi mempercepat analisis dan pengambilan keputusan.
Ketelitian dan disiplin. Satu angka atau satu detail dokumen yang terlewat bisa mengubah gambaran keseluruhan.
Kerja tim. Hasil kerja saya adalah satu bagian dari rangkaian kerja yang saling melengkapi, dan arahan pembimbing membuat saya paham tujuan di balik setiap tugas.
Pelajaran untuk Sesama Mahasiswa
Magang mengajarkan saya bahwa tugas yang terlihat kecil punya peran besar. Menelusuri data, mencatat harga, dan membaca dokumen mungkin tidak tampak istimewa, tetapi semuanya membentuk dasar bagi pengawasan yang cermat dan adil.
Bagi mahasiswa yang akan magang, jangan meremehkan pekerjaan “dasar”. Di sanalah ketelitian, tanggung jawab, dan cara berpikir analitis dilatih.
Penutup
Tender yang sehat tidak lahir secara kebetulan. Ia dijaga oleh aturan yang jelas, lembaga yang bekerja cermat, pelaku usaha yang berintegritas, dan data yang tertata. Saya bersyukur bisa ikut belajar dan berkontribusi, sekecil apa pun, dalam proses itu di KPPU Kanwil VII Yogyakarta.
Penulis adalah mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang sedang menjalani magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta.
