Manajemen di Balik Pengawasan Persaingan Usaha di KPPU Yogyakarta

Mahasiswi Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari isabel kandhi wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh: Isabel Kandhi Wijaya (Mahasiswa Manajemen UMY, Magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta)

Pengalaman magang KPPU Yogyakarta: dari bangku kuliah manajemen ke ruang kerja pengawas persaingan usaha
Sebagai mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), saya sering bertanya-tanya apakah teori POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang kami pelajari di kelas benar-benar dipakai di dunia kerja. Pertanyaan itu terjawab saat saya menjalani magang di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Kanwil VII Yogyakarta.
Awalnya saya mengira KPPU hanya berurusan dengan hukum dan kasus-kasus besar. Ternyata ada banyak kerja manajerial yang rapi di balik tugasnya menjaga persaingan usaha tetap sehat. Dari sana saya melihat bahwa fungsi manajemen adalah fondasi yang membuat pengawasan berjalan efektif.
Mengenal Singkat Peran KPPU
KPPU adalah lembaga negara yang bertugas mengawasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Tujuannya sederhana tetapi penting: menciptakan iklim usaha yang adil, supaya pelaku usaha, mulai dari yang besar hingga UMKM, punya kesempatan berkembang yang setara.
Bagi masyarakat, persaingan yang sehat berarti harga lebih wajar, pilihan lebih beragam, dan kualitas produk yang terus meningkat. Tugas ini tentu tidak bisa dijalankan tanpa pengelolaan organisasi yang baik. Di sinilah manajemen berperan.
1. Planning: Perencanaan yang Membuat Arah Jelas
Selama magang, saya melihat bahwa kegiatan pengawasan dan advokasi tidak berjalan spontan. Ada perencanaan program, penentuan sasaran, dan penjadwalan kegiatan, misalnya sosialisasi kepada pelaku usaha atau pemantauan di lapangan.
Dalam teori, planning adalah menentukan tujuan dan langkah untuk mencapainya. Di KPPU Kanwil VII Yogyakarta, perencanaan yang matang membantu seluruh kegiatan punya tujuan terukur dan tepat sasaran.
Hal ini saya rasakan langsung ketika dilibatkan dalam kegiatan pengumpulan data pendukung pengawasan. Saya mencari dan menelusuri data tender, melakukan survei harga komoditas seperti semen dan tepung, serta membandingkan RKK (Rencana Keselamatan Konstruksi) antarperusahaan. Setiap tugas ternyata punya tujuan yang jelas: data tender membantu memahami pola dan dinamika pengadaan, survei harga memberi gambaran kondisi pasar yang nyata, sedangkan perbandingan RKK melatih ketelitian dalam menelaah dokumen secara sistematis.
Dari sini saya belajar bahwa planning bukan sekadar membuat jadwal. Pengumpulan data yang terarah adalah langkah awal agar kegiatan pengawasan berjalan berbasis informasi yang akurat, bukan sekadar asumsi.
2. Organizing: Kerja Sama Tim yang Terstruktur
Fungsi kedua adalah pengorganisasian. Saya mengamati pembagian tugas yang jelas antarbagian dan koordinasi yang terjaga, sehingga setiap pegawai tahu perannya dan pekerjaan tidak tumpang tindih.
Sebagai mahasiswa magang, saya juga merasakan manfaat struktur yang baik ini. Arahan dari pembimbing jelas, alur kerja mudah dipahami, dan saya bisa belajar sambil berkontribusi. Tugas saya mencari data tender, melakukan survei harga semen dan tepung, serta membandingkan RKK antarperusahaan diberikan dengan arahan yang terang, sehingga saya paham tujuan setiap pekerjaan dan ke mana hasilnya akan dilanjutkan.
Dari sini saya belajar bahwa pengorganisasian yang baik membuat pekerjaan sekecil apa pun terhubung dengan tujuan besar tim. Data yang saya kumpulkan menjadi bagian dari rangkaian kerja yang saling melengkapi.
3. Actuating: Menggerakkan Aksi dan Kolaborasi
Fungsi pelaksanaan terlihat dari bagaimana KPPU Kanwil VII Yogyakarta menggerakkan kegiatannya, seperti advokasi, edukasi, dan komunikasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan kalangan akademisi menjadi bagian penting dari upaya menumbuhkan budaya persaingan usaha yang sehat.
Di sini kepemimpinan dan komunikasi berperan besar. Suasana kerja yang suportif membuat program berjalan lebih lancar dan membuka ruang belajar bagi generasi muda seperti kami. Melihat langsung interaksi dengan pelaku usaha mengajarkan saya bahwa komunikasi yang baik bisa menyederhanakan hal-hal yang tampak rumit.
4. Controlling: Menjaga Kualitas lewat Evaluasi
Fungsi terakhir adalah pengendalian, yaitu memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana melalui pencatatan, pelaporan, dan evaluasi. Pelaporan yang tertib membuat kinerja lembaga bisa dipantau dan diperbaiki secara berkelanjutan.
Saya belajar bahwa pengawasan eksternal terhadap pasar akan efektif jika pengelolaan internalnya juga tertata. Keduanya saling menguatkan.
Pelajaran Berharga bagi Mahasiswa Manajemen
Dari pengalaman ini ada tiga hal yang saya bawa pulang:
Teori itu hidup. Konsep di kelas ternyata sangat relevan dan nyata dipakai dalam organisasi publik.
Manajemen ada di mana-mana. Tidak hanya di perusahaan, lembaga pengawas pun membutuhkan manajemen yang solid untuk mencapai tujuannya.
Etos kerja membentuk karakter. Ketelitian, disiplin, dan komunikasi yang baik adalah bekal yang tidak diajarkan lewat slide kuliah saja.
Persaingan usaha yang sehat bukan hanya urusan lembaga. Pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan masyarakat sama-sama punya peran. Sebagai mahasiswa, saya merasa terhormat bisa ikut belajar dan melihat dari dekat bagaimana upaya itu dijalankan.
Penutup
Magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta mengajarkan saya bahwa efektivitas pengawasan lahir dari kombinasi regulasi yang kuat dan manajemen yang baik. Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian menjadi rangkaian yang saling menopang agar tujuan menciptakan iklim usaha yang adil dapat terwujud.
Bagi sesama mahasiswa, saya berharap tulisan ini jadi pengingat bahwa kesempatan magang bukan sekadar syarat kuliah. Ia adalah jembatan antara teori dan dunia nyata.
Penulis adalah mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang sedang menjalani program magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta.
