Konten dari Pengguna

Dampak Screen Time Kebiasaan Scrolling Media Social terhadap Fokus Era Digital

Isda Oktaviana

Isda Oktaviana

Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Isda Oktaviana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang sedang menggunakan ponsel di atas meja dengan tangan menyentuh layarnya. (Sumber : iStock)
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang sedang menggunakan ponsel di atas meja dengan tangan menyentuh layarnya. (Sumber : iStock)

“Scrolling Terus, Fokus Makin Tergerus.”

Pernahkah kita berniat membuka media sosial hanya selama lima menit, tetapi tanpa sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam? Atau, pernahkah kita merasa sulit berkonsentrasi saat belajar karena terus ingin mengecek notifikasi dan melihat konten terbaru?

Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi, khususnya media sosial, tidak hanya berkaitan dengan berapa lama kita menatap layar, tetapi juga bagaimana kebiasaan tersebut memengaruhi perhatian dan fokus kita.

Di era digital seperti sekarang, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berbagai platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan media sosial lainnya dapat digunakan untuk mencari informasi, berkomunikasi, maupun sekadar mencari hiburan. Kemudahan dalam mengakses media sosial membuat seseorang dapat menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan melakukan scrolling dari satu konten ke konten lainnya.

Pengaruh Screen Time terhadap Fokus

Kebiasaan scrolling yang terlalu lama dapat menjadi salah satu bentuk distraksi dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang terbiasa melihat konten secara cepat dan berganti-ganti dapat merasa kurang nyaman ketika harus melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian dalam waktu lama, seperti membaca buku, belajar, mengerjakan tugas, atau mengikuti pembelajaran. Ketika merasa bosan, seseorang mungkin terdorong untuk kembali membuka media sosial dan mencari konten baru.

Screen time yang tinggi juga dapat membuat waktu untuk melakukan kegiatan lain menjadi berkurang. Misalnya, waktu belajar dapat terganggu karena seseorang terus memeriksa notifikasi atau membuka media sosial di sela-sela aktivitas. Penggunaan smartphone sebelum tidur juga dapat membuat seseorang tidur lebih larut, sehingga pada hari berikutnya tubuh menjadi lebih lelah dan konsentrasi dapat terganggu.

Dampak Positif Media Sosial

Meskipun memiliki risiko terhadap fokus apabila digunakan secara berlebihan, media sosial juga memiliki banyak manfaat. Media sosial dapat menjadi sumber informasi dan sarana pembelajaran yang menarik. Banyak pengguna memanfaatkannya untuk mempelajari bahasa, sains, teknologi, seni, keterampilan praktis, dan berbagai bidang lainnya.

Media sosial juga memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan orang lain tanpa terbatas jarak. Selain itu, platform digital dapat digunakan untuk menampilkan karya, mengembangkan kreativitas, membangun komunitas, dan memperoleh berbagai perspektif.

Dengan demikian, persoalannya bukan terletak pada keberadaan media sosial itu sendiri, melainkan pada bagaimana seseorang menggunakannya.

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk mengatur screen time dengan lebih bijak. Seseorang dapat menetapkan batas waktu penggunaan media sosial, mengurangi notifikasi yang tidak penting, serta menghindari scrolling ketika sedang belajar atau mengerjakan tugas. Dengan penggunaan yang lebih terkontrol, media sosial tetap dapat memberikan manfaat tanpa terlalu mengganggu fokus dan konsentrasi.

Pada akhirnya, teknologi bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tetapi perlu digunakan secara seimbang. Kemampuan mengatur waktu antara menggunakan media sosial dan melakukan aktivitas produktif menjadi penting agar seseorang tidak hanya menjadi pengguna yang aktif secara digital, tetapi juga mampu mempertahankan fokus dalam kehidupan nyata.