Mengurangi Penumpukan Sampah dengan Beralih Menggunakan Plastik Biodegradable

Isdiana Fitriyani
Mahasiswa Ilmu Pangan IPB University
Konten dari Pengguna
6 Mei 2024 14:37 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Isdiana Fitriyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: https://www.pexels.com/
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Indonesia adalah salah satu kontributor terbesar sampah plastik di dunia; total sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton, 17% (sekitar 11,6 juta ton) di antaranya disumbangkan oleh sampah plastik (SIPSN MENLHK, 2023). Plastik merupakan salah satu kemasan yang kita gunakan sehari hari karena memiliki harga yang ekonomis dan mudah untuk didapatkan. Selain itu, plastik dianggap sebagai material yang relative kuat, ringan, dan tahan air. Plastik ini memiliki banyak kekurangan, salah satunya sulit terurai oleh lingkungan sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan baik di darat maupun di laut.
Sumber: https://www.pexels.com/
Semakin banyaknya masyarakat dan industri olahan pangan yang menggunakan kemasan plastik maka menyebabkan semakin bertambahnya jumlah sampah plastik yang sulit terurai oleh lingkungan. Sehingga dapat meningkatkan pencemaran dan kerusakan bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif dengan menggunakan plastik yang ramah lingkungan yaitu plastik biodegradable. Penggunaan plastik jenis ini menjadi solusi untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia karena mudah terurai oleh mikroba karena terbuat dari bahan baku alami, seperti pati dengan selulosa, gelatin dan jenis biopolimer lainnya.
Plastik Biodegradable yang terbuat dari gelatin gelembung renang Ikan Manyung (Arius Thalasinus) (Sumber : dokumen pribadi)
Plastik biodegradable atau yang sering disebut plastik ramah lingkungan ini selayaknya seperti plastik konvensional atau plastik yang kita gunakan sehari hari, plastik ramah lingkungan ini dapat terurai oleh aktivitas mikroorganisme yang dapat menghasilkan karbondioksida sehingga dapat lebih mudah terurai dibandingkan plastik konvensional. Kelebihan plastik ini dapat langsung hancur setelah dibuang ke lingkungan karena adanya enzim pada mikroba. Plastik ramah lingkungan ini juga dapat menghemat minyak bumi di Indonesia yang menjadi bahan baku pada pembuatan plastik konvensional.
ADVERTISEMENT
Plastik biodegradable dapat digunakan untuk mengemas berbagai macam produk seperti, produk segar, makanan segar, kantong sampah untuk kebun dan dapur. Sedangkan penggunaan plastik jenis ini tidak cocok untuk mengemas makanan kering yang memiliki umur simpan yang lama seperti kripik. Hal ini dikarenakan plastik ini akan mudah terdegradasi sehingga tidak baik untuk mengemas produk yang memiliki umur simpan yang lama. Semakin berkembangnya zaman, penggunaan plastik biodegradable menjadi terobosan baru untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia.
References:
SIPSN MenLHK 2023 Data Pengelolaan Sampah dan RTH
Mahasiswa Magister Ilmu Pangan
IPB University