Konten dari Pengguna

Manajemen Waktu: Jago Atur Waktu Cuma Modal Transportasi Umum

Zalfa Nur Asyifa

Zalfa Nur Asyifa

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zalfa Nur Asyifa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi TransJakarta (Sumber: Pexels.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TransJakarta (Sumber: Pexels.com)

Bagi mahasiswa, manajemen waktu adalah kunci keberhasilan. Banyak hal yang dapat membangun gaya hidup mahasiswa dalam manajemen waktu, salah satunya melalui transportasi umum. Mungkin terdengar sederhana, tapi ada korelasi erat antara keduanya. Kenapa dibilang demikian? Bagaimana transportasi umum dapat melatih manajemen waktu mahasiswa?

Hal ini terletak pada keharusan untuk merencanakan dan memperkirakan. Mahasiswa yang bergantung pada transportasi umum, seperti TransJakarta, perlu mempertimbangkan berbagai faktor: Pertama durasi perjalanan. Berapa lama waktu yang dibutukan dari rumah ke kampus?. Kedua, kondisi lalu lintas. Apakah jam sibuk akan menambah waktu tempuh?. Ketiga, jadwal transportasi. Apakah waktu kedatangan bus sesuai dengan jadwal keberangkatan mahasiswa?.

Contohnya seorang mahasiswa memiliki jadwal kuliah pukul 10.00 WIB. Jika jarak rumah ke kampus biasanya 2 jam perjalanan, dan kondisi jalan di pagi hari kerap padat yang bisa menambah waktu 30 menit, maka mahasiswa tersebut harus sudah berangkat dari rumah paling lambat pukul 07.30 WIB.

Di sinilah manajemen waktu terbentuk secara alami. Mahasiswa dilatih untuk membagi waktu dengan cermat, mulai dari persiapan diri, perjalanan menuju halte, waktu tempuh di dalam TransJakarta, hingga perjalanan dari halte terdekat menuju gedung kampus. Setiap detik menjadi perhitungan yang membentuk kebiasaan untuk hidup lebih teratur dan disiplin. Jadi, selain efisien, transportasi umum juga mengajarkan nilai berharga tentang ketepatan waktu.