10 Alasan Allah Tak Kabulkan Doa Padahal KIta Sudah Berdoa

Editor dan pendongeng
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Isnaini Khomarudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setiap orang punya keinginan, setiap insan memiliki impian. Semuanya ingin terwujud agar membuahkan kebahagiaan. Itulah sebabnya mereka berdoa sepenuh hati setiap hari agar doa-doanya dikabulkan.

Namun sayang, bahkan ketika doa-doa sudah dipanjatkan, kita toh pernah mengalami tertundanya pengabulan doa entah sampai kapan. Kita jadi penasaran apa gerangan penyebab doa kita tertunda. Sependek pengetahuan kita, kita sudah lakukan ikhtiar terbaik, tapi kenapakah Tuhan seolah abai?
Alasan doa tidak dikabulkan
Lagi-lagi kita cuma menangkap kesan. Seolah-olah Tuhan enggan mengabulkan, dengan berbagai alasan. Nah, suatu hari sufi besar Ibrahim bin Ishaq mendapat pertanyaan serupa saat ia melewati pasar.
Orang-orang bertanya, "Mengapa Allah tak kunjung mengabulkan doa kami padahal kami sudah berdoa?" Mereka jelas ingin tahu jawabannya lantaran ngebet ingin cepat doanya terkabul.
Ibrahim menjawab, "Karena hati kalian telah mati akibat 10 perkara." Orang-orang pun khusyuk mendengarkan.
Kalian tahu Allah, tetapi belum menunaikan hak-Nya. Kalian belum murni dalam beribadah, masih diliputi unsur riya dan syirik.
Kalian mengaku mencintai Rasul, tetapi malah meninggalkan sunah-sunah-Nya. Betapa banyak orang mengaku mahabbah kepada Nabi, tetapi perilaku mereka berkebalikan.
Kalian membaca Al-Quran, tetapi tidak tergerak untuk mengamalkan isi atau ajaran di dalamnya. Setiap hari dibaca, tapi setiap kali itu pula ayat hanya sampai di lisan, tidak merasuk sebagai tindakan.
Kalian menikmati segala pemberian Allah, tetapi tidak pernah atau enggan mensyukurinya. Tidak tecermin dalam perilaku sehari-hari.
Kalian mengatakan bahwa setan adalah musuh, tetapi kalian malah mengikuti jalan dan jejak setan. Tidak senada antara ucapan dan perbuatan.
Kalian bilang surga itu nyata, tetapi kalian tidak beramal untuk berusaha meraihnya.
Kalian mengatakan neraka itu nyata, tetapi kalian tidak berusaha menjauhinya.
Kalian mengatakan kematian itu pasti, tetapi kalian tidak mempersiapkan untuk menyambutnya.
Ketika kalian terbangun, yang kalian lakukan hanyalah semangat mengorek aib orang lain dengan gairah menyembunyikan aib kalian sendiri.
Kalian mengantar jenazah ke liang kubur, tetapi tidak mengambil pelajaran dan kesadaran bahwa kalian suatu hari pasti akan diantar ke kuburan juga.
Sebuah renungan tentang pengabulan doa, betapa kita kerap merasa semua baik-baik saja--merasa kita saleh sehingga layak mendapatkan doa yang mustajab.
Jika doa tak kunjung diijabah, saat permohonan lama dikabulkan, jangan-jangan ada sebagian atau bahkan 10 penyakit tadi menggerogoti jiwa kita tanpa kita sadari.
Pertobatan seperti apa yang bisa dilakukan? Mulailah dari perasaan penuh dosa dan salah, sehingga tak ada yang bisa dilakukan selain bersimpuh dan menyucikan diri di depan-Nya.
Jangan berhenti berdoa kendati pengabulan tak kunjung nyata. Terus dan teruslah berdoa sebab doa adalah bentuk ibadah yang mengandung pahala.
