Berburu Asam Jawa, Kenangan Masa Kecil Tiada Terlupa

Editor dan pendongeng
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Isnaini Khomarudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siang kemarin, saat membeli nanas pesanan istri, saya tak sengaja melihat sebuah polong berisi asam jawa. Setelah memarkir motor di dekat mobil penjaja nanas madu, saya mengarahkan pandangan ke atas. Rupanya ada sebatang pohon asam berdiri tegak di sebelah pohon mahoni.
Setelah membayar nanas sebungkus, saya beringsut untuk memungut dua asam yang tergeletak di bawah, tepat di sisi jalan aspal sebelah sungai. Saya buka satu, rasanya masam betul--sungguh berbeda dengan asam yang dulu saya buru bersama teman-teman saat masaih sekolah.
Ya, memori masa kecil segera berputar. Memijarkan fantasi kana-kanak begitu kami mencari asam yang jatuh dari pohon karena bukti itu sudah cukup tua. Besar-besar dan rasanya nikmat, manis dan segar.
Maklumlah kami hanya bisa berburu asam di belakang sekolah MI sebelah desa. Sebab kami tak punya uang jajan untuk dibelanjakan. Pagi hari kami sekolah SDN, lalu sorenya pergi ke MI swasta untuk meraup ilmu agama.
Sangat menyenangkan, sungguh memori unggul sulit dilupkan. Di era gawai dan serbadigital sekarang, adakah anak yang peduli pada kenangan seremeh ini?
