News
·
2 April 2020 7:09

Corona Menyatukan atau Memisahkan KIta?

Konten ini diproduksi oleh Isnaini Khomarudin
Bencana Corona ternyata membawa dampak positif dan negatif. Setiap orang jadi lebih religius karena takut mati. Mereka jadi banyak berdoa dan mendekati Tuhan. Meskipun ritual keagamaan dibatasi dengan protokol kesehatan, secara umum orang jadi lebih berorientasi pada akhirat.
ADVERTISEMENT
Selain itu, mereka jadi semakin hidup bersih. Biasanya malas mencuci tangan, kini orang makin rajin membersihkan diri. Dari mana pun mereka langsung mandi sebelum beraktivitas normal di rumah. Hand sanitizer tersedia di dalam tas. Juga masker yang selalu dikenakan.
Corona Menyatukan atau Memisahkan KIta? (36683)
Sumber gambar: freepik dotcom
Tak perlu disebut lagi bahwa orang juga semakin kreatif saat berada di rumah. Selama pandemi orang jadi banyak menulis buku atau menghasilkan video untuk Youtube. Pelatihan daring atau secara online juga kian marak, dan kebanyakan ditawarkan secara gratis. Tanpa perlu meninggalkan rumah, mereka bisa menambah ilmu atau keterampilan baru.
Penipuan terjadi
Tapi yang tak boleh dilupakan, penipuan terjadi di mana-mana. Misalnya penipuan penjualan masker kesehatan. Penjual menolak transaksi secara langsung dengan sistem Cash on Demand (CoD). Karena pembeli sangat butuh, dalam kota pun mereka kemudian sepakat berjualan lewat daring. Pembeli mentransfer sejumlah uang senilai masker yang dibeli.
ADVERTISEMENT
Ketika sudah dibayarkan, masker tak kunjung dikirimkan. Penjual kemudian memblokir nomor pembeli sehingga pembeli kecewa. Dampak lain corona adalah orang juga jadi tergerak untuk menimbun barang padahal tidak dibutuhkan, semata-mata demi mendulang keuntungan pribadi karena harga jadi selangit akibat langkanya barang.
Jadi corona menyatukan atau sebaliknya malah memisahkan kita? Mmpertajam permusuhan dan disparitas yang selama ini sudah ada? Banyak yang harus direnungkan agar bencana ini segera berakhir.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white