Konten dari Pengguna

Kunci Sukses Ekonomi berdasarkan Financial Planning ala Serat Darmawasita

Isnaini Khomarudin

Isnaini Khomarudin

Editor dan pendongeng

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Isnaini Khomarudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesuksesan ekonomi memang bukan segalanya dalam hidup. Namun, tanpa uang hidup dipastikan dirundung kesukilitan sebab banyak kwbutuhakebutuhan harus dipenuhi dengan keberadaan uang. Berikut ini esensi filosofis yang tercermin dalam konsep Asthagina dalam Serat Darmawasita karya Kanjeng GPAAMangkunegara IV.

Kunci Sukses Ekonomi berdasarkan Financial Planning ala Serat Darmawasita
zoom-in-whitePerbesar

1. Mencari Nafkah dengan Akal Budi

panggaotan gêlaring pambudi | warna-warna sakaconggahira | nut ing jaman kalakone |

Lakukan apa pun yang memungkinkan untuk mencari nafkah dengan menggunakan akal budi berdasarkan kompetensi yang Anda miliki. Fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan saat ini tanpa terlalu mengkhawatirkan perkataan orang lain, karena tentu ada banyak pekerjaan yang bisa kita ambil. Kita sekarang berada di era Revolusi 4.0 di mana segala sesuatunya telah terdigitalisasi, dan oleh karena itu, kita harus memanfaatkan kecanggihan dunia digital ini.

2. Bersikap Teratur (Rigen)

rigên ping kalihipun | dadi pamrih marang pakolih |

Bersikaplah teratur dan terorganisasi untuk memudahkan Anda mencapai apa yang diinginkan. Manajemen diri yang baik membuat hidup Anda tertata, sehingga Anda siap menghadapi gangguan apa pun tanpa perlu merasa bingung.

3. Menghargai Kehematan (Gemi)

katri gêmi garapnya |

margane mrih cukup |

Poin ketiga yang harus diingat adalah menabung uang untuk cadangan masa depan. Di era yang penuh ketidakpastian dan volatilitas tinggi ini, sangat penting bagi kita untuk menyediakan apa yang dibutuhkan di kemudian hari dengan cara berhemat. Ajaran ini menghargai konsep kehematan demi membekali kita dengan sumber daya yang relevan dalam menghadapi tantangan yang dinamis di kehidupan modern.

Anda bisa menjadi perencana keuangan bagi diri sendiri dengan menggunakan wawasan dari "Serat Darmawasita".

4. Memastikan Ketelitian (Nastiti)

papat nastiti papriksa |

iku dadi margane wêruh ing pasthi |

Cermatilah segala sesuatu agar tidak melewatkan detail penting dan informasi yang berharga. Jangan tergoda untuk mengambil jalan yang paling banyak dilalui orang hanya karena takut ketinggalan tren atau Fear of Missing Out (FOMO). Sampai batas tertentu, Anda justru dianjurkan untuk mengembangkan kenyamanan dalam ketertinggalan tren atau Joy of Missing Out (JOMO). Pastikan Anda mengetahui platform apa yang Anda gunakan untuk berinvestasi dan pahami secara akurat konsekuensi dari investasi yang akan Anda lakukan.

5. Memahami Perhitungan (Wruh Etung)

lima wêruh etung ika |

watêk adoh mring butuh saari |

Memahami perhitungan juga merupakan hal yang mendasar dalam urusan menginvestasikan uang. Jika Anda tidak melakukan perhitungan matematika sederhana, investasi tersebut kemungkinan besar akan mendatangkan kerugian tanpa Anda antisipasi. Ketika perhitungan terasa sulit dilakukan, Anda selalu bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan atau orang-orang yang memahami tentang investasi. Dalam hal ini, membuat perhitungan dikatakan sebagai cara untuk membayangkan berbagai kemungkinan di masa depan.

6. Bertanya untuk Menambah Pengetahuan (Taberi Tetanya)

kaping nênêm tabêri têtanya |

ngundhakkên marang kawruhe |

Dalam merespons setiap langkah penting, termasuk rencana investasi, kita harus bertanya demi mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum mengambil keputusan. Orang-orang bijak mengatakan bahwa pertanyaan yang baik akan mengarah pada pengambilan keputusan yang baik pula. Dengan wawasan yang cermat, data, dan statistik yang relevan, kita dapat menyusun rencana yang lebih baik, terutama ketika memutuskan untuk menginvestasikan banyak uang.

7. Mengendalikan Keinginan (Nyegah Kayun)

ping pitu nyêgah kayun |

pêpenginan kang tanpa kardi |

Tips ketujuh adalah mengendalikan apa yang kita hasratkan. Hal ini membutuhkan keterampilan yang baik dalam membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Mungkin ada barang-barang keren yang ditawarkan dengan harga diskon, tetapi kita tidak harus membelinya hanya karena menganggap harganya terlalu murah untuk dilewatkan, padahal sebenarnya kita tidak membutuhkannya. Setiap keputusan dan pembelian harus dilakukan dengan alasan yang rasional pada skala produktivitas.

8. Memiliki Tekad yang Kuat (Nemen ing Seja)

ping wolu nêmên ing sêja |

watêkira sarwa glis ingkang kinapti |

Terakhir, tekad yang gigih dan konsisten adalah modal utama yang Anda butuhkan untuk menjadi perencana keuangan yang sukses. Kebulatan tekad melibatkan kecepatan untuk bertindak dan menyelesaikan apa yang wajib dilakukan. Seseorang harus bertekad untuk sukses dalam segala hal, termasuk dalam investasi yang membutuhkan perenungan matang.

Terlepas dari apa pun definisi perencana keuangan, kita akhirnya menyadari bahwa ajaran Asthagina yang digariskan dalam "Serat Darmawasita" oleh KGPAA Mangkunegara IV ini secara jelas menuntut kesediaan kita untuk terus belajar dan berkolaborasi dengan orang lain demi membantu kita meraih kesuksesan dalam banyak hal.