Sajak Kathok Mlorot

Editor dan pendongeng
ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Isnaini Khomarudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kathok mlorot di Jakarta
di daerah senyap huru-hara
orang berteriak di pinggir telaga
"Kathok mlorot, kathok mlorot!"
dan aib-aib pun terbuka
tapi suara-suara menghilang
di antara batang singkong dan daun pisang.
Kathok mlorot di Jakarta,
dan tersingkaplah aurat
tapi tak seorang pun keberatan
dengan turunnya sepotong pakaian
kathok mlorot, kathok mlorot
pemilik kathok tak pernah sadar
aibnya tersiar, kedunguan beredar
sebab teman-temannya bertepuk tangan
sambil menggelar karpet bertabur bunga
Kathok mlorot di Jakarta
di gang-gang sempit warga beradu sengit
elpiji langka sembako selangit
Kathok mlorot di ibu kota
di ujung kampung orang termenung
berebut pupuk di bawah mendung
perut melintir ternak menggelepar
anak-anak tak bisa diantar
ke gerbang sekolah atau bangku kuliah
"Kathok mlorot, kathok mlorot!"
orang-orang berteriak tanpa suara
selain petir yang dipinjam dari neraka
dan tangis bayi yang terus muntah
Kathok mlorot di Jakarta
Yang turun bukanlah sehelai kain
melainkan kepedulian sesuai mandat
dan empati yang diserap mesin pesawat terbang
"Kathok mlorot, kathok mlorot!"
tiba-tiba himpunan ababil muncul dari cakrawala
Kathok mlorot di Jakarta
tapi yang tersingkap bukan rahasia
selain kematian hati berkali-kali
sebab menolak
sibuk menceboki ucapan basi berbusa-busa
