Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN-PPM UGM Melakukan Edukasi Peduli Talasemia di Gunungkidul

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Iswan Bahri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyuluhan Kesehatan Edukasi Talasemia oleh Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO142 (sumber: dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Penyuluhan Kesehatan Edukasi Talasemia oleh Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO142 (sumber: dokumentasi pribadi)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada yang bertempat di Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul melakukan kegiatan edukasi peduli Talasemia.

Kegiatan edukasi bertempat di Balai Kalurahan Gading. Iswan Bahri selaku Koordinator Unit sekaligus penanggung jawab program Edukasi Peduli Talasemia ini berkesempatan untuk sharing pengetahuan dengan masyarakat Kalurahan Gading.

Kegiatan edukasi ini dihadiri oleh sekitar 50 orang masyarakat Kalurahan Gading. Iswan menyampaikan bahwa mayoritas bahkan hampir semua masyarakat yang hadir tidak tahu menahu tentang Talasemia. Hal ini membuat masyarakat cukup antusias untuk menyimak penyampaian yang dilakukan oleh Iswan.

Apa Itu Talasemia?

Talasemia sendiri merupakan penyakit kelainan darah bawaan keturunan akibat sel darah merah yang mudah rusak di dalam tubuh. Hal ini diakibatkan oleh kurang atau tidak terbentuknya rantai protein (globin) pembentuk hemoglobin utama. Talasemia dapat diturunkan melalui pernikahan antar sesama pembawa sifat atau pengidap Talasemia dengan gejala yang muncul menyerupai gejala anemia pada umumnya.

Di Indonesia, kejadian Talasemia terus meningkat. Pada tahun 2015, terdapat 7.029 kasus Talasemia (sumber: FKKMK UGM). Selain itu, berdasarkan data dari Yayasan Thalasemia Indonesia, tercatat 7300 penderita Talasemia mayor pada tahun 2016 yang membutuhkan transfusi darah rutin seumur hidup. Talasemia sendiri ada dua, yaitu Talasemia Mayor dan Talasemia Minor. Talasemia mayor merupan penderita atau penyandang Talasemia, sedangkan Talasemia minor merupakan pembawa sifat Talasemia yang tidak memiliki masalah untuk beraktivitas dalam kesehariannya.

Bagaimana Talasemia diwariskan?

Kebarangkalian setiap kali perkawinan. (sumber: RSUP Dr. Sardjito)

Berdasarkan gambar di atas, jika salah satu orang tua adalah pembawa sifat Talasemia, maka kemungkinan akan menurunkan 50% anak pembawa sifat Talasemia. Kemudian, jika kedua orang tua adalah pembawa sifat Talasemia maka kemungkinan anak menyandang Talasemia (Talasemia mayor) sebesar 25%, 50% kemungkinan anak menjadi pembawa sifat, dan 25% anak normal. Lebih lanjut, apabila orang tua merupakan pembawa sifat dan penyandang Talasemia, maka kemungkinan anak menyandang Talasemia sebesar 50% dan kemungkinan anak menjadi pembawa sifat Talasemia juga 50%.

Lalu, Bagaimana Pencegahan Talasemia?

Pencegahan Talasemia dapat dilakukan melalui skrining pembawa sifat Talasemia sebelum menikah. Jika ternyata hasil menunjukkan postif pembawa sifat Talasemia, maka disarankan untuk menghindari pernikahan dengan sesama pembawa sifat Talasemia. Hal ini disebabkan Thalassemia hanya disebabkan oleh perkawinan dan pembuahan antara laki-laki pembawa sifat dengan perempuan pembawa sifat.

Referensi

Guidelines fot the Management of Transfusion Dependent Thalassemia (TDT) [Internet]. 3rd Edition

N Engl J Med. @005 Sep 15' 353(11): 1135-46

Navaneetha Krishnan S et al. Int. Res J. Pharm. 2013, 4 (10)

Departemen Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium FK-KMK UGM. Saatnya Mengenali Talasemia

Dr. dr. Sri Mulatsih MPH, Sp.A (K). Upaya Pencegahan Kelahiran Bayi Thalassemia Mayor (RSUP Dr. Sardjito)