Konten dari Pengguna

Mengapa Le Petit Prince Bukan Sekadar Buku Anak-Anak?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ivan Fadhilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah nggak sih kamu baca sebuah buku yang tampak seperti dongeng anak-anak biasanya, namun secara tersirat buku tersebut dapat menunjukkan bagaimana cara orang dewasa memandang kehidupan? Le Petit Prince mungkin terlihat sederhana karena bagi beberapa orang buku tersebut hanya menceritakan tentang seorang pangeran kecil, planet-planet mungil, dan pertemuannya dengan berbagai tokoh aneh di sepanjang perjalanannya.

Di balik itu, Antoine de Saint-Exupéry menyelipkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak umum tentang cinta, kesepian, persahabatan, kehilangan, dan cara manusia memahami satu sama lain. Mungkin, masalahnya bukan karena kita sudah terlalu dewasa untuk membaca dongeng, melainkan karena kita sudah terlalu sibuk menjadi “orang dewasa” sampai lupa untuk memahami makna yang sebenarnya penting dalam kehidupan sehari-hari kita.

The Little Prince. Source: https://www.shutterstock.com/image-vector/little-prince-fox-le-petit-planet-2384093007?trackingId=d5a1b9d9-37a0-4995-a613-3213d4185c42&listId=searchResults
zoom-in-whitePerbesar
The Little Prince. Source: https://www.shutterstock.com/image-vector/little-prince-fox-le-petit-planet-2384093007?trackingId=d5a1b9d9-37a0-4995-a613-3213d4185c42&listId=searchResults

IDENTITAS BUKU

Judul: Le Petit Prince – Pangeran Cilik

Penulis: Antoine de Saint-Exupéry

Penerjemah: Listiana Srisanti

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Lokasi Terbit: Jakarta

Tahun Terbit: 2003

ISBN: 979-22-0469-5

Tebal: 112 halaman

SINOPSIS

Le Petit Prince karya Antoine de Saint-Exupéry mengisahkan tentang seorang pilot yang terdampar di Gurun Sahara dan bertemu dengan seorang anak kecil misterius yang menyebut dirinya Pangeran Kecil. Sang pangeran datang dari sebuah asteroid kecil dan melakukan perjalanan ke berbagai planet, bertemu dengan beragam tokoh yang menunjukkan sisi-sisi unik kehidupan orang dewasa.

Dalam perjalanannya sampai tiba di Bumi, ia belajar tentang cinta melalui mawarnya, persahabatan melalui pertemuannya dengan rubah, serta arti kehilangan dan keterikatan. Kisah sederhana tersebut perlahan membawa saya pada pertanyaan yang lebih dalam, apa sebenarnya yang membuat seseorang atau sesuatu menjadi lebih berarti?

RESENSI

Dengan cerita yang sederhana tetapi mempunyai banyak makna tersirat, Le Petit Prince cocok untuk kamu yang menyukai kisah reflektif dan penuh simbol. Novel ini dapat dinikmati oleh remaja maupun orang dewasa, terutama bagi kamu yang sedang merenungkan arti persahabatan, cinta, kehilangan, dan hubungan dengan orang lain.

Selain itu, novel ini juga menarik karena membahas banyak persoalan tentang bagaimana manusia memahami, berinteraksi, dan membangun makna dalam sebuah hubungan.

Meski dikemas layaknya sebuah dongeng anak-anak, Le Petit Prince justru menawarkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin baru terasa lebih dalam ketika dibaca setelah kamu mengenal dunia orang dewasa.

Di balik ceritanya yang sederhana, novel ini menyimpan sejumlah keunikan, yaitu:

1. Kritik terhadap cara pandang orang dewasa

Hal yang paling saya sadari setelah membaca Le Petit Prince adalah perbedaan cara orang dewasa melihat dunia. Sejak awal, penulis menunjukkan bahwa orang dewasa lebih sering melihat sesuatu berdasarkan ukuran yang dianggap masuk akal, sementara Pangeran Kecil masih menggunakan imajinasi mereka.

Salah satu contohnya adalah ketika sang pangeran melihat sebuah topi, yang dimana topi itu dianggap sebagai ular boa yang menelan gajah di dalam perutnya. Sedangkan orang dewasa hanya melihat itu sebagai sebuah topi pada umumnya.

Hal tersebut kemudian berulang ketika Pangeran Kecil mendatangi berbagai planet dan bertemu dengan banyak orang dewasa seperti raja, pria yang sombong, pemabuk, pengusaha, penjaga lampu, dan ahli geografi. Masing-masing dari mereka menunjukkan gambaran dari kebiasaan orang dewasa yang terlalu sibuk dengan kekuasaan, pengakuan, angka, pekerjaan, atau pengetahuan.

2. Mawar: sesuatu menjadi berharga karena hubungan yang dibangun

Mawar menunjukkan simbol penting dalam perjalanan Pangeran Kecil. Pada awalnya, ia menganggap mawarnya sangat istimewa. Tetapi, ketika ia sampai di Bumi, ia melihat taman yang mempunyai ribuan mawar yang tampak serupa.

Pangeran Kecil sadar tentang mawarnya bukanlah satu-satunya mawar di dunia. Akan tetapi, mawarnya memiliki tempat khusus karena ia telah merawat, mendengarkan, melindungi, dan memberikan waktunya untuk bunga tersebut.

Menurut saya, Pangeran Kecil tidak melihat sesuatu hanya dari luarnya saja tetapi ia juga melihat sesuatu dari detail kecil seperti bagaimana mawarnya yang telah menemani perjalanan dia dan kini mempunyai ikatan emosional yang lebih dalam dengannya.

3. “Yang penting tak terlihat oleh mata”

Saat Pangeran Kecil bertemu rubah, muncul salah satu kalimat paling terkenal dalam Le Petit Prince:

“Kau hanya bisa melihat jelas dengan hatimu. Hal yang penting tak terlihat oleh mata.”

— Pangeran Cilik, halaman. 85

Pangeran Kecil belajar bahwa sesuatu yang berharga nggak selalu bisa dilihat secara langsung. Cinta, persahabatan, rasa kehilangan, kepercayaan, dan kedekatan adalah hal-hal yang tak dapat dilihat hanya melalui apa yang tampak. Hal ini menunjukkan bahwa pesan tak selalu ada dalam bentuk kata-kata. Ekspresi, perhatian, tindakan, diam, dan konteks juga bisa untuk menyampaikan makna yang tak dapat dilihat secara langsung.

4. Waktu adalah bagian dari sebuah hubungan

Setelah memahami hubungannya dengan rubah dan mawarnya, Pangeran Kecil sadar kalau waktu yang ia berikan kepada mawarnya membuat bunga tersebut menjadi penting baginya. Sesuatu menjadi berharga bukan hanya karena hal tersebut berbeda dari yang lainnya, tetapi karena kita telah memberikan waktu untuk menjadikannya berarti. Hal tersebut menjelaskan mengapa ribuan mawar di taman tidak dapat menggantikan satu mawar yang Pangeran Kecil miliki. Secara fisik mungkin sama, tetapi secara makna mereka berbeda.

KESIMPULAN

Pada akhirnya, Le Petit Prince adalah salah satu kisah yang mungkin terasa sederhana saat kamu pertama kali membaca buku tersebut, namun setelah kamu memahaminya, buku tersebut menunjukkan banyak hal untuk direnungkan. Di balik perjalanan Pangeran Kecil, kita diajak untuk memahami bahwa cinta membutuhkan kepedulian, persahabatan membutuhkan waktu, dan sesuatu yang berarti tidak selalu dapat dilihat dengan mata.

Karena itu, untuk kamu yang lagi mencari novel singkat tetapi bisa mengajak berpikir lebih jauh tentang kehidupan dan hubungan antarmanusia, saya menyarankan untuk membaca Le Petit Prince. Mungkin, setelah kamu membacanya, kamu bisa menyadari bahwa menjadi dewasa tidak selalu berarti mengetahui segalanya. Terkadang, kita hanya perlu kembali belajar melihat dunia dengan cara yang lebih sederhana.

Rating: 9/10