Konten dari Pengguna

Apakah Kuman di Gigi Dapat Menyebabkan Sakit Jantung?

Ivy Vania Ariany

Ivy Vania Ariany

Seorang lulusan kedokteran gigi, hobi berbagi ilmu kesehatan dan gaya hidup. Saat ini sedang menikmati waktu sebagai penulis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ivy Vania Ariany tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelumnya, kalian harus tau bahwa kita sebagai manusia berteman baik dengan kuman-kuman. Kok bisa ya?

Di kulit dan rongga mulut kita terdapat berbagai jenis kuman, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur. Beberapa kuman ini baik memberikan pengaruh baik untuk kesehatan tubuh kita. Kuman baik pada usus bisa membantu untuk mengehancurkan serta menyerap makanan.

Kuman-kuman ini tidak dapat sembarangan masuk ke dalam aliran darah karena dihilangi oleh kulit. Jika pada rongga mulut, maka mukosa mulut yang melindungi kita dari kuman untuk masuk ke dalam darah.

Yuk, Kenalan dengan Bakteremia

Kondisi di mana bakteri-bakteri berhasil masuk ke dalam pembuluh darah secara medis dikenal sebagai bakteremia. Bakteri bisa masuk ke dalam pembuluh darah kita karena adanya kegiatan-kegiatan yang menyebabkan pembuluh darah terekspos, seperti karena adanya luka, infeksi, tindakan pembedahan, atau infeksi yang menyebar dari bagian tubuh lain yang masuk ke dalam pembuluh darah. Kemudian kondisi rongga mulut kita yang dipenuhi karang gigi, di mana rongga mulut kita sedang kotor, menyebabkan mukosa mulut “merenggang” sehingga kuman-kuman bisa menembus mukosa mulut dan menyebabkan bakteremia.

Ilustrasi sakit gigi Foto: Pixabay

Beberapa tindakan sederhana perawatan gigi seperti menyikat gigi, pembersihan karang gigi, dan pencabutan gigi dapat menyebabkan bakteremia. Dan tentunya, semakin kotor keadaan rongga mulut, maka semakin banyak bakteri yang berisiko masuk ke dalam peredaran darah.

Pada orang yang sehat, bakteremia hanya bersifat sementara dan tidak menyebabkan kerusakan tubuh lebih lanjut, alias tidak berbahaya.

Bakteri-bakteri ini masuk ke dalam pembuluh darah hanya bertahan selama beberapa menit kemudian dihancurkan oleh imun tubuh kita. Tetapi ketika imun kita tidak mampu atau kewalahan untuk menghancurkan bakteri-bakteri yang masuk, maka bakteri akan menyebar di dalam pembuluh darah dan menyebabkan komplikasi-komplikasi lain yang dapat merusak organ tubuh kita.

Ilustrasi orang sakit jantung Foto: Pixabay

Hubungan antara Bakteremia dan Sakit Jantung

Dan jika bakteri-bakteri tersebut tidak berhasil dilawan oleh imun-imun di tubuh kita, maka bakteri ini bisa “jalan-jalan” di dalam saluran darah kemudian masuk ke dalam jantung dan menyebabkan infective endocarditis. Infective endocarditis adalah suatu penyakit yang berasal dari infeksi yang merusak lapisan endocardium jantung. Bakteri ini bisa juga “jalan-jalan” ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan infeksi dibagian tubuh itu, seperti infeksi otak, infeksi tulang, atau infeksi paru-paru.

Tetapi tenang saja. Meskipun bakteri bisa masuk ke dalam darah, tetapi sangat jarang menyebabkan infective endocarditis.

Seseorang berisiko mengalami infective endocarditis apabila ia mengalami kelainan jantung. Orang-orang yang berisiko juga adalah mereka yang memiliki imun tubuh yang lemah, orang dalam kondisi sangat sakit dan sedang dalam perawatan, anak-anak berusia di bawah 1 tahun, dan orang tua berusia di atas 65 tahun. Individu dengan komorbid seperti diabetes, dan gagal ginjal juga beresiko mengalami bakteremia. Dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk mencegah terjadinya

Maka untuk mencegah terjadinya bacteremia, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan rongga mulut kita serta rutin mengunjungi dokter gigi agar gigi dan mulut kamu terus terpelihara. 😃

DAFTAR PUSTAKA

Błochowiak K. J. (2019). Dental treatment and recommended management in patients at risk of infective endocarditis. Kardiochirurgia i torakochirurgia polska = Polish journal of cardio-thoracic surgery, 16(1), 37–41.

Lockhart, P. B., Brennan, M. T., Sasser, H. C., Fox, P. C., Paster, B. J., & Bahrani-Mougeot, F. K. (2008). Bacteremia Associated With Toothbrushing and Dental Extraction. Circulation, 117(24), 3118–3125.

Maharaj, B., Coovadia, Y., & Vayej, A. C. (2012). An investigation of the frequency of bacteraemia following dental extraction, tooth brushing and chewing. Cardiovascular journal of Africa, 23(6), 340–344.

Parahitiyawa, N. B., Jin, L. J., Leung, W. K., Yam, W. C., & Samaranayake, L. P. (2009). Microbiology of Odontogenic Bacteremia: beyond Endocarditis. Clinical Microbiology Reviews, 22(1), 46–64.

Smith DA, Nehring SM. Bacteremia. [Updated 2020 Nov 20]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-.

CDC. It’s time to talk about sepsis