Bijak Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk Masa Depan Generasi Alpha

Saya Raditya Widhiatmoko dan Saya sekarang sedang melanjutkan pendidikan Saya di jurusan Akuntansi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Raditya Widhiatmoko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Serpong, Tangsel. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Bijak Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk Masa Depan Generasi Alpha” di SMP Islam Terpadu Jihadul Mukhlishin, Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2025 ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai peran AI dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.
PKM ini diketuai oleh Raditya Widhiatmoko, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang, bersama tim yang terdiri dari Muhammad Wira Yudha, Rakha Satyawiguna, dan Wira Abdurrahman Hanif.
AI Dekat dengan Kehidupan Generasi Alpha
Dalam pemaparannya, tim PKM menjelaskan bahwa generasi Alpha merupakan generasi yang sejak kecil telah bersentuhan langsung dengan teknologi digital. AI hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari aplikasi pembelajaran, fitur pencarian informasi, hingga asisten virtual yang kerap digunakan dalam aktivitas harian.
Mahasiswa Unpam menekankan bahwa AI dapat menjadi sarana yang membantu proses belajar menjadi lebih efektif dan menarik, apabila digunakan secara tepat. Teknologi ini dinilai mampu mendukung kreativitas, memperluas wawasan, serta membantu siswa menyesuaikan cara belajar sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Namun demikian, pemahaman yang keliru terhadap AI berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama jika teknologi digunakan tanpa kontrol dan pendampingan.
Risiko Ketergantungan dan Tantangan Etika
Selain membahas manfaat, siswa juga diajak memahami sisi lain dari penggunaan AI. Ketergantungan berlebihan terhadap teknologi dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan berpikir mandiri dan kritis. AI yang digunakan tanpa pemahaman juga berpotensi mendorong perilaku tidak jujur dalam proses belajar.
Isu keamanan data dan paparan informasi yang tidak sesuai usia turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Tim PKM mengingatkan bahwa anak-anak perlu dibekali kemampuan menyaring informasi serta menjaga privasi di dunia digital.
“AI seharusnya membantu manusia berpikir lebih baik, bukan menggantikan peran berpikir itu sendiri,” disampaikan dalam salah satu sesi diskusi bersama siswa.
Literasi Digital sebagai Bekal Masa Depan
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unpam mendorong pentingnya literasi digital sejak dini. Siswa diarahkan untuk memanfaatkan AI sebagai alat pendukung pembelajaran, pengembangan kreativitas, dan eksplorasi minat, tanpa meninggalkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati sosial.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan permainan edukatif yang membuat suasana lebih hidup. Para siswa tampak antusias menyampaikan pendapat serta berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan teknologi sehari-hari.
Menyiapkan Generasi Cerdas dan Berkarakter
Mahasiswa Universitas Pamulang berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran etis dalam memanfaatkannya.
Dengan pendampingan guru dan orang tua, AI diharapkan dapat menjadi sarana positif yang mendukung proses tumbuh kembang generasi Alpha agar siap menghadapi tantangan dunia digital di masa depan.
