Konten dari Pengguna

Cicipi Kudapan Kesukaan Sultan Yogyakarta di Bale Raos

Izza M Muris

Izza M Muris

Diplomat yang suka berkebun dan amati alam #Sesdilu75

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Izza M Muris tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berkunjung ke Yogyakarta tidak lengkap rasanya kalau tidak berwisata kuliner. Banyak tempat makan enak dan spesial yang bisa dikunjungi di Yogyakarta.

Salah satunya Bale Raos yang terletak di belakang Kraton Yogyakarta.

Restoran Bale Raos yang mengusung konsep tradisional khas Kraton Yogyakarta. Foto: dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Restoran Bale Raos yang mengusung konsep tradisional khas Kraton Yogyakarta. Foto: dokumentasi pribadi

Restoran yang didirikan pada tahun 2004 ini menyajikan berbagai hidangan favorit keluarga Kraton Yogyakarta. Hal ini dimaksudkan untuk melestarikan sekaligus menaikkan citra makanan tradisional kepada masyarakat umum, baik nasional maupun internasional.

Selain makanan berat, Bale Raos juga menyajikan hidangan kudapan ringan yang bisa dinikmati dengan minuman tradisional khas Jawa, seperti wedang ronde, wedang uwuh, wedang blung, dan lain- lain.

Ada beberapa jenis jajanan tradisional di Bale Raos yang menjadi favorit Sultan Yogyakarta, antara lain bendul dan prawan kenes.

Bendul, terbuat dari singkong kesukaan Sri Sultan HB IX. Foto: dokumentasi pribadi

Bendul adalah jajanan yang dihidangkan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1940-1988) sebagai teman minum teh. Bendul ini terbuat dari singkong dan kelapa muda parut, kemudian dipanggang. Bendul memiliki rasa manis yang pas dan sangat lembut.

Bagi penyuka pisang, prawan kenes patut untuk dicoba. Makanan ini terbuat dari pisang kepok kuning yang dililit dengan daun pandan dan dijepit dengan bambu.

Prawan kenes, pisang bakar dengan saputan santan yang legit. Foto: dokumentasi pribadi

Jajanan ini memiliki aroma harum dari pandan dan saputan areh "kanil" santan kelapa. Prawan kenes ini adalah salah satu kegemaran Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939)

Selain kedua jajanan di atas, terdapat minuman tradisional juga yang dapat dipesan, seperti wedang secang dan beer jawa.

Wedang secang dengan sereh, minuman penghangat di sore hari. Foto: dokumentasi pribadi

Wedang secang adalah minuman khas Yogyakarta yang terbuat dari berbagai bahan alami, kegemaran Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Minuman ini berwarna kemerah-merahan karena terbuat dari kulit kayu secang dengan rasa rempah yang menghangatkan tenggorokan.

Beer jawa, dapat disajikan dingin atau panas, kesukaan Sri Sultan HB VIII. Foto: dokumentasi pribadi

Beer jawa, meskipun namanya beer tapi tidak mengandung alkohol sama sekali. Minuman ini disebut juga sebagai wedang uwuh karena racikan bahannya yang beragam, seperti sereh, kayu secang, mesoyi, kapulaga, kayu manis, jeruk nipis, cengkeh, dan jahe.

Beer jawa merupakan salah satu minuman kegemaran dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Es sapaitu, segar dan nikmat dicampur dengan kental manis. Foto: dokumentasi pribadi

Ada juga minuman tradisional lainnya, es sapaitu. Es sapaitu adalah minuman soda khas Yogyakarta dari sarsaparila yang dituangkan ke dalam kental manis. Minuman ini memiliki cita rasa manis dan menyegarkan.

Selain kudapan di atas, masih banyak kudapan lain yang dapat dinikmati ketika berkunjung ke Bale Raos, seperti Manok Nom, Roti Jok, Arseng Pisang, dan lain-lain.

Bale Raos di sore hari menjelang malam, dengan nuansa tradisional yang kuat. Foto: dokumentasi pribadi

Kebanyakan pengunjung restoran adalah wisatawan, baik domestik maupun internasional yang ingin merasakan cita rasa tradisional khas Yogyakarta, sembari menikmati suasana Kraton Yogyakarta.

Jadi, jangan lupa mampir ke Bale Raos jika penasaran dan ingin merasakan kudapan para sultan di Kraton Yogyakarta.