Konten dari Pengguna

Pasar Antik Cikapundung, Magnet Baru bagi Pembeli Anak Muda

Izzuddin Hamid

Izzuddin Hamid

Seorang mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran yang memiliki minat yang tinggi dalam pembuatan konten

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Izzuddin Hamid tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana Pasar Antik Cikapundung Bandung. Foto: Dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Pasar Antik Cikapundung Bandung. Foto: Dokumen pribadi

Pasar Antik Cikapundung, sebuah destinasi unik di pusat Kota Bandung kini menjadi surga bagi pecinta barang antik, dan menjadi ajang untuk menjelajahi sejarah yang tersembunyi. Tidak disangka pengunjung dari Pasar Antik ini tidak hanya para kolektor saja tetapi juga anak muda yang memiliki alasannya masing-masing untuk menjelajahi Pasar Antik ini.

Saya bertemu dengan beberapa pembeli anak muda yang sedang mengitari Pasar Antik ini. Berbagai alasan dari para generasi muda ini ada yang karena tren mempunyai barang antik sebagai gaya hidup sampai ada juga yang karena sarana mengekspresikan diri.

Tren Membeli dan Mengoleksi Barang antik sebagai Gaya Hidup

Berbagai pernak-pernik jadul di took barang antik Pasar Cikapundung Bandung. Foto Dokumen pribadi.

Guntur (20) merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S1 dan senang berbelanja barang antik berupa pernak pernik vintage.

Ia mengatakan bahwa Anak muda kini semakin tertarik pada barang-barang antik sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Banyak dari mereka mengunjungi Pasar Antik Cikapundung untuk mencari benda-benda unik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

“Saya sih sering datang kesini sama teman-teman yang lain untuk nyari pernak-pernak seperti stiker-stiker tahun 80 an atau hiasan lain, seneng aja sih sama benda-benda tua kayak gitu," kata Guntur.

Sebagai Gaya Baru dalam Hobi

Kamera-kamera jadul yang berjejer di lemari. Foto: Dokumen pribadi.

“Saya mengunjungi pasar ini untuk mencari kamera film jadul dan digicam lama. Sangat menyenangkan memotret menggunakan kamera lama karena mereka memiliki gaya yang khas," ucap Fadhlu (19) seorang mahasiswa yang memiliki hobi fotografi dan sedang senang untuk memotret dengan gaya baru yakni dengan menggunakan peralatan foto tua.

Fadhlu mulai hobi memotret gaya jadul sejak 2022 sejak itu ia selalu mengoleksi kamera-kamera tua salah satunya mencari di Pasar Antik Cikapundung ini.

Menurut Fadhlu memotret seperti ini merupakan gaya baru dari hobinya sebagai fotografer. Kamera-kamera antik seperti ini memiliki gayanya sendiri yang khas sehingga membuatnya unik.

Oleh karena itu, berbelanja kamera jadul di Pasar Antik Cikapundung merupakan hal yang menyenangkan untuk ia lakukan dalam mencari kamera tersebut.

Sarana Mengekspresikan Diri

Mainan-mainan jadul yang memiliki kisahnya masing-masing. Foto: Dokumen Pribadi.

Di sisi lain anak muda kreatif menemukan caranya sendiri untuk mengeskpresikan dirinya melalui perantara barang antik. Contohnya Dinda (22), seorang yang sedang mencari mainan lama di Pasar Antik Cikapundung Bandung.

Menurutnya barang-barang tersebut mempunyai kisahnya dan sejarahnya masing-masing sehingga menarik untuk dibeli.

“Aku seneng dengan barang-barang tua karena mereka bukan hanya sekadar barang bekas, tapi juga memiliki kisahnya sendiri yang bisa saja tidak ternilai," ujar Dinda.

Pasar Antik Cikapundung di Bandung bukan hanya sekadar tempat berbelanja, tetapi juga menjadi tempat yang memadukan nostalgia dengan kreativitas anak muda.

Dari pengalaman wawancara dengan pengunjung generasi muda, terlihat bahwa pasar antik ini memberikan kesempatan bagi anak muda untuk terhubung dengan masa lalu dan mendapatkan inspirasi tersendiri dengan gaya hidupnya.