Paylater: Kemudahan yang Membuat Kalap Ibu Rumah Tangga

Mahasiswa Universita Katolik Parahyangan
Konten dari Pengguna
12 Januari 2022 21:02
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari JAENAL MUHAMAD ABDIAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Paylater: Kemudahan yang Membuat Kalap Ibu Rumah Tangga (25572)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belanja online. Foto: Melly Meiliani/kumparan
Dulu kebanyakan orang enggan untuk berutang kepada siapa pun dengan alasan apa pun. Takut dikejar rentenir jika tidak dapat membayar hingga risiko bunga tinggi merupakan dua dari berbagai alasan yang ditemui. Namun, dengan teknologi yang semakin berkembang menciptakan sebuah metode kredit terbaru dengan kemudahan akses dan bunga hingga 0% bernama paylater.
ADVERTISEMENT
Metode ini sama saja seperti kartu kredit, dipinjamkan dana oleh suatu pihak dengan limit yang telah disepakati. Bedanya, paylater bersifat fleksibel karena tidak membutuhkan kartu dalam bentuk fisik dan digunakan dalam e-Commerce.
Ibu rumah tangga menjadi salah satu target pasar dari adanya metode tersebut. Paylater banyak digandrungi ibu rumah tangga saat ini karena dapat memberikan keleluasaan dalam mengelola arus kas ketika menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi. Bahkan Kredivo menemukan bahwa 55% atau lebih dari setengah pengguna paylater adalah konsumen baru saat pandemi.
Memberikan kemudahan dalam keuangan bukan berarti paylater tidak membawa efek buruk, terutama pada sisi konsumen. Secara tidak sadar, paylater mendorong tumbuhnya gaya hidup konsumtif pada konsumen terkhusus ibu rumah tangga. Karena hanya dengan sentuhan layar mereka dapat membeli barang yang mereka mau dengan dana kredit, tidak mempertimbangkan nilai guna barang tersebut.
ADVERTISEMENT
Terlebih lagi banyak penawaran menarik ketika menggunakan paylater. Seperti potongan harga, cashback, gratis ongkir dan lain sebagainya akan membuat merek kalap mata dan tidak bisa menahan diri
Gaya hidup konsumtif juga tumbuh karena kebutuhan akan memenuhi trend yang sedang berkembang di media sosial. Ibu rumah tangga berlomba-lomba untuk menjadi yang paling update tidak mau kalah dengan kawula muda. Salah satu trend di media sosial yang tidak pernah ada habisnya adalah trend haul barang belanja lucu dan murah yang dapat menjadi ‘racun’ bagi mereka.
Hal ini dapat dilihat dari kenaikan transaksi pada kategori pakaian dan aksesoris sebesar 27%. Disusul dengan kesehatan dan kecantikan sebesar 24%, peralatan rumah tangga 19%, serta peralatan kantor dan belanja sebesar 17% dengan rata-rata menghabiskan Rp.152.468 per transaksi.
ADVERTISEMENT
Jika terus dibiarkan, paylater dapat melahirkan pemikiran yang buruk mengenai pengelolaan keuangan. Banyak di antara ibu rumah tangga yang tidak paham betul mengenai pengelolaan keuangan yang baik. Padahal pengelolaan keuangan adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan keuangan dan membantu terhindar dari kerugian finansial ditambah kondisi pandemi yang menyebabkan kondisi ekonomi sangat tidak stabil.
Maka untuk terhindar dari kerugian finansial karena gaya hidup konsumtif, ibu rumah tangga perlu memiliki perencanaan keuangan yang baik. Mulailah dengan membuat resolusi keuangan seperti target menabung dan terbuka dalam mencatat arus keuangan. Memiliki perencanaan keuangan yang baik, memudahkan untuk membeli barang yang sudah lama diimpikan, seperti pakaian, sepatu, alat kosmetik, atau bahkan mobil dan rumah tentunya tanpa perlu berhutang.
ADVERTISEMENT
Perkembangan teknologi memang membantu kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perlu dibarengi dengan kebijakan konsumen dalam menggunakan teknologi.
Begitupun dengan paylater yang memberikan kemudahan terhadap pengelolaan keuangan ketika menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi. Masih banyak yang menggunakan paylater secara tidak bijak dan akhirnya terjerumus gaya hidup konsumtif.
Maka untuk menghindari hal tersebut penting sekali memahami konsep pengelolaan keuangan yang baik untuk mempersiapkan dan mencapai kestabilan finansial di masa yang akan datang dibandingkan dengan berhutang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020