Gubernur Sulteng Siap Ditelepon Polhut 24 Jam Berantas Pembalakan Liar

book lover, coffee addict, culinary lover and hard worker
Tulisan dari Jafar G Bua tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wilayah Kabupaten Donggala, seperti di wilayah Banawa Selatan marak dengan aktifitas pembalakan liar. Olehnya, banjir bandang kerap melanda daerah ini. Sebab itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola meminta aparat Kepolisian Kehutanan menindak tegas para pelaku pembalakan liar.
“Jangan takut. Jangan mundur apabila Anda benar. Saya siap 24 jam ditelepon untuk mem-back up saudara dalam memberantas pembalakan liar,” tandas Gubernur Longki saat meresmikan Kantor Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Banawa Lalundu di Desa Watatu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala pada Selasa, 21 Maret 2017.
Gubernur Longki juga meminta aparat Kepolisian Kehutanan untuk tidak menyalahgunakan wewenangnya saat bertugas.
“UPT ini termasuk daripada objek sapu bersih pungutan liar, jadi saya ingatkan hati-hati. Jangan karena mau melepas kayu hasil sitaan itu lalu saudara berbuat macam-macam atau mau disuap dengan bayaran tertentu,” kata Longki memberi amaran.
Kepala Daerah yang juga Ketua DPD Partai Gerindra ini di saat sama memuji keberhasilan Kepolisian Kehutanan dalam menggagalkan penyelundupan kayu hasil pembalakan liar di wilayah itu.
Untuk diketahui, UPT KPH Banawa Lalundu yang dikepalai Susanto Wibowo merupakan satu di antara 13 UPT yang sudah dibentuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menjalankan amanat UU Nomor 23 Tahun 2014. Tugas pokoknya melaksanakan sebagian tugas teknis operasional atau teknis penunjang pada Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah operasional UPT KPH Banawa Lalundu lebih kurang 110.078,63 Hektare. Kantor ini berada di tengah dari 5 kecamatan yaitu Banawa, Banawa Tengah, Banawa Selatan, Riopakava dan Pinembani.
Kantor seluas kurang lebih 4.442 meter persegi ini, mulai dibangun sejak 2016 di atas tanah hibah Pemerintah Kabupaten Donggala.
Saat peresmian, Gubernur Longki didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala Aidil Noor, Wakil Ketua DPRD Provinsi Muharam Nurdin, Kadis Kehutanan Provinsi Sulteng Nahardi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan jajaran Dinas Kehutanan lainnya. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dihadiri Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Ida Bagus Putera.
Ida Bagus Putera mengapresiasi peresmian kantor UPT ini. “Saya berharap aset permanen ini dapat mengakselerasi pengelolaan sumber daya hutan yang berfungsi sosial, ekologi dan produksi. Sehingga hutan mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” kata dia.
Terkait tanah kantor dan aset-asetnya secara khusus Longki meminta untuk segera disertifikatkan sebagai langkah hukum. Itu untuk mengantisipasi jikalau di kemudian hari ada masyarakat yang menggugat kepemilikannya.
“Kadang-kadang karena kelengahan kita, surat-suratnya kita pandang enteng akhirnya setelah bertahun-tahun digugat masyarakat. Jadi tolong sertifikatkan semua aset yang ada,” pinta Gubernur Longki.
Dengan peresmian kantor itu, Ia berharap seluruh personil UPT-KPH Banawa Lalundu dapat merancang suatu pola pemanfaatan hutan yang seimbang, efektif dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat maupun kontributif bagi pembangunan Sulteng yang maju, mandiri dan berdaya saing.***
