Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Desa Melalui Pembangunan Berkelanjutan

Jaka Maulana
Dosen Universitas Pamulang
Konten dari Pengguna
12 Juni 2024 7:55 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Jaka Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar ini menampilkan peningkatan kualitas hidup di desa dengan berbagai aktivitas seperti pendidikan, kesehatan, dan usaha kecil, serta infrastruktur yang baik. (Dok: Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ini menampilkan peningkatan kualitas hidup di desa dengan berbagai aktivitas seperti pendidikan, kesehatan, dan usaha kecil, serta infrastruktur yang baik. (Dok: Pribadi)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Desa memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Indonesia. Namun, tantangan pembangunan di daerah pedesaan masih menjadi perhatian utama. Pembangunan berkelanjutan di desa tidak hanya melibatkan aspek ekonomi, tetapi juga mencakup lingkungan dan sosial. Pembangunan berkelanjutan adalah konsep yang berusaha memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Di desa, konsep ini sangat relevan karena sumber daya alam yang terbatas dan kerentanan terhadap perubahan lingkungan. Pembangunan berkelanjutan mencakup tiga pilar utama: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ketiga pilar ini harus seimbang agar pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa.
ADVERTISEMENT
Menurut data terbaru dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), jumlah desa di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 74.954 desa yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten. Dari jumlah tersebut, desa yang berstatus mandiri sebanyak 11.456 desa, desa maju mencapai 23.030 desa, sementara desa dengan status berkembang dan tertinggal terus menunjukkan penurunan. Desa berstatus berkembang menurun dari 38.185 desa pada 2019 menjadi 28.752 desa pada 2023, sedangkan desa tertinggal berkurang dari 17.626 desa pada 2019 menjadi 6.803 desa pada 2023. Namun, jumlah desa sangat tertinggal sedikit meningkat dari 3.536 desa pada 2019 menjadi 4.382 desa pada 2023​ ​.
Ekonomi desa sering kali bergantung pada sektor pertanian dan usaha kecil. Diversifikasi ekonomi adalah salah satu strategi kunci untuk pembangunan berkelanjutan di desa. Dengan mengembangkan berbagai sektor ekonomi, desa dapat mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan dan meningkatkan ketahanan ekonomi. Pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di desa dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pelatihan kewirausahaan dan akses ke modal adalah langkah penting untuk mendorong pertumbuhan UKM. Pertanian adalah tulang punggung ekonomi desa. Implementasi praktik pertanian berkelanjutan, seperti rotasi tanaman, penggunaan pupuk organik, dan teknologi irigasi hemat air, dapat meningkatkan produktivitas sambil menjaga kelestarian lingkungan.
ADVERTISEMENT
Pembangunan berkelanjutan di desa juga harus mencakup peningkatan kualitas hidup sosial. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial adalah aspek penting yang harus diperhatikan. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan di desa adalah investasi jangka panjang yang penting. Program beasiswa, pelatihan guru, dan pembangunan infrastruktur sekolah adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk memastikan semua anak di desa mendapatkan pendidikan yang layak. Penyediaan layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas adalah hal penting. Pusat kesehatan desa yang dilengkapi dengan fasilitas dasar dan tenaga medis yang terlatih dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat desa. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan desa adalah kunci keberhasilan. Melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan dapat memastikan bahwa program tersebut sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
ADVERTISEMENT
Lingkungan yang sehat adalah dasar dari pembangunan berkelanjutan. Desa memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai inisiatif. Desa harus menerapkan praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, termasuk pengelolaan hutan, sumber air, dan lahan pertanian dengan cara yang tidak merusak lingkungan. Pengelolaan sampah yang efektif adalah tantangan bagi banyak desa. Program pengelolaan sampah yang melibatkan daur ulang, pengomposan, dan pengurangan penggunaan plastik dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan. Penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan biogas, dapat mengurangi ketergantungan desa pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon. Program energi terbarukan dapat diintegrasikan dengan program pembangunan desa untuk menciptakan manfaat ganda bagi masyarakat.
Pembangunan berkelanjutan di desa membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan kebijakan dan dana untuk pembangunan desa. Program-program pemerintah seperti Dana Desa harus dikelola dengan transparan dan akuntabel untuk memastikan dana tersebut digunakan secara efektif. Sektor swasta juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan desa. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan investasi dalam usaha kecil dan menengah (UKM) di desa, swasta dapat membantu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas ekonomi lokal. Kolaborasi antara pemerintah dan swasta ini akan memberikan dampak yang lebih signifikan dan berkelanjutan bagi pembangunan desa. Organisasi non-profit dan komunitas lokal dapat memainkan peran penting dalam advokasi dan implementasi program pembangunan berkelanjutan. Mereka dapat membantu mengedukasi masyarakat, menyediakan pelatihan, dan mengawasi pelaksanaan program pembangunan.
ADVERTISEMENT
Pembangunan berkelanjutan di desa adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan memastikan kesejahteraan jangka panjang. Dengan mengadopsi strategi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan, desa dapat berkembang secara holistik dan mandiri. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat adalah faktor penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di desa. Sudah saatnya kita memberikan perhatian lebih pada pembangunan desa untuk menciptakan Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan dari pinggiran.