kumparan
24 Okt 2018 11:21 WIB

Cara Mudah Menabung di Bank Sampah

Foto: Fraser Coast Chronicle
Setiap harinya, Jakarta menghasilkan kira-kira 7000 ton sampah baik yang berasal dari rumah-rumah, gedung perkantoran, dan berbagai tempat lainnya. Tahukah kamu? Jumlah tersebut setara dengan berat 1400 gajah Asia. Oleh karena itu penanganan sampah menjadi hal krusial di ibukota.
ADVERTISEMENT
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terus melakukan upaya untuk mengurangi sampah di Jakarta. Salah satunya adalah dengan menggencarkan program bank sampah. Dengan bank sampah, kita dapat menukar sampah di lokasi-lokasi bank sampah menjadi uang. Tentu saja program itu akan efektif hanya jika masyarakat setempat berpartisipasi. Smartcitizens tidak perlu khawatir karena menabung di bank sampah sangatlah mudah. Berikut langkah-langkahnya.
1. Daftar Menjadi Anggota Bank Sampah
Pertama-tama, kita harus terdaftar menjadi anggota agar dapat menukarkan sampah di bank sampah. Silakan hubungi bank sampah terdekat untuk menjadi bagian dari progam tersebut. Kini sudah ada ratusan bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta.
2. Pilah Sampah
Untuk menyetorkan sampah ke lokasi bank sampah, kita harus memilah sampah-sampah yang ada di rumah terlebih dahulu. Jenis sampah yang dapat ditabung adalah sampah kertas, plastik, logam, dan kaca. Jadi pastikan untuk mengelompokkan sampah berdasarkan jenis-jenis tersebut dengan rapi agar mudah ditimbang petugas. Pastikan juga sampah yang akan ditabung memiliki berat minimal 1 kilogram.
Hasil dari Bank Sampah didaur ulang menjadi kerajinan. Foto: Antara
ADVERTISEMENT
3. Bawa Buku Tabungan
Sampah yang disetorkan ke bank sampah akan ditukar dalam bentuk non-tunai ke rekening anggota bank sampah. Jadi pastikan untuk membawa buku tabungan yang dapat digunakan petugas untuk menyimpan uang Smartcitizens nantinya.
4. Datang dan Setorkan Sampah
Langkah terakhir adalah datang dengan membawa sampah yang telah dipilah. Petugas akan menimbang dan menghitung nilai sampah tersebut dan hasilnya akan disetorkan ke buku tabungan anggota. Sampahmu pun berubah menjadi uang.
Bank Sampah terbukti memiliki manfaat besar untuk smart environment di Jakarta. Selain mengurangi sampah, program tersebut juga dapat membangun kebiasaan masyarakat untuk melakukan manajemen sampah dengan lebih baik. Selain itu hasil dari sampah yang disetor didaur ulang agar sampah dapat bermanfaat kembali. Bank Sampah juga memberikan keuntungan yang tidak sedikit. Misalnya, seperti dilansir dari tribunnews.com, Bank Sampah Induk Satu Hati milik Pemkot Jakarta Barat yang telah meraup omzet 4,1 miliar hingga September 2018 lalu dengan anggota yang mencapai 32 ribu orang.
ADVERTISEMENT
***
Artikel terbaru tentang Jakarta Smart City bisa diakses melalui smartcity.jakarta.go.id. Pastikan juga mengikuti media sosial berikut untuk informasi terkini tentang Jakarta Smart City.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan