Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ada Rumah Panggung Tua Berusia 400 Tahun di Jambi

Jambikita.idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jambi Fachrori Umar dan Bupati Sarolangun Cek Endra saat mengunjungi Rumah Panggung Tua. Foto: Humas Pemprov Jambi
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jambi Fachrori Umar dan Bupati Sarolangun Cek Endra saat mengunjungi Rumah Panggung Tua. Foto: Humas Pemprov Jambi

Jambikita.id - Menyusuri kawasan perkampungan di Kelurahan Dusun Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi kita akan menyaksikan keberadaan sebuah perkampungan budaya yang menggambarkan daerah ini di masa lalu.

Di kawasan ini sejarah kependudukan Belanda akan terus terasa. Di sekitar perkampungan, masih berdiri kokoh Jembatan Beatrix, jembatan yang diberi nama Ratu penguasa wilayah setempat saat itu, Beatrix Bruq. Dibangun Belanda pada 1923, saat ini selain berfungsi sebagai jembatan penghubung oleh pemerintah daerah setempat sebagai ikon wisata.

Saat ini perkampungan budaya yang berada di pusat pemerintahan kabupaten berjuluk Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko ini sedang "Berperang" melawan arus modernisasi. Secara bertahap rumah panggung kayu yang dulu banyak berdiri disana mulai berganti dengan rumah beton.

Dibalik kikisan arus modernisasi yang ada, siapa sangka saat ini di Kampung Lubuk, Kelurahan Dusun Sarolangun masih terdapat rumah yang sangat tua, usianya bahkan diperkirakan berumur 400 tahun.

Rumah panggung panjang sekitar 15 meter dan lebar 7 meter terbuat dari kayu yang terlihat tidak kokoh dengan bagian dalam sebagian menggunakan ukiran kayu khas Jambi, masih berdiri bersanding dengan rumah lainnya.

"Rumah ini warisan turun temurun keluarga, diperkirakan usianya mencapai 400 tahun, " kata Mistina dan Nurhuda, pemilik rumah tua ini, Jumat (22/11).

Keberadaan rumah berusia empat abad ini menarik perhatian, Gubernur Jambi Fachrori Umar, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarolangun. Gubernur bahkan menyempatkan diri untuk masuk dan melihat langsung ke dalam rumah.

"Saya minta kepada pihak terkait untuk menjaga kelestarian rumah ini sebagai bagian dari sejarah," tuturnya.