Kumparan Logo
Konten Media Partner

Literasi di Masa Pandemi, Guru di Jambi Ajak Siswa Rutin Baca Buku

Jambikita.idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswi SDN 005/V Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Jambi sedang membaca buku bacaan di rumah selama pandemi. Foto: Jambikita.id
zoom-in-whitePerbesar
Siswi SDN 005/V Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Jambi sedang membaca buku bacaan di rumah selama pandemi. Foto: Jambikita.id

Jambikita.id - Selama pandemi, program gerakan literasi sekolah banyak yang tidak berjalan dikarenakan siswa belajar dari rumah. Namun, walaupun pandemi, siswa SDN 005/V Kuala Tungkal, Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Jambi tetap berjalan program literasinya selama siswa belajar dari rumah.

Program literasi tersebut, adalah siswa membaca buku cerita selama 15 menit sebelum memulai belajar jarak jauh. Buku yang dibaca adalah buku cerita, bukan buku pelajaran.

Lewat program literasi selama pandemi tersebut, siswa diwajibkan membaca buku dan membuat rangkuman dari apa yang dibacanya. Buku tersebut harus ditandatangani orangtua.

"Dengan siswa belajar dari rumah, bukan berarti program literasi tidak berjalan. Program literasi tetap berjalan dengan cara siswa membaca buku bacaan di rumah," kata Sampurna, fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation Tanjab Barat, Jumat (2/10).

Dikatakannya lagi, buku bacaan tersebut buku yang ada di rumah, terutama buku cerita-cerita rakyat.

"Agar tidak menjadi menjadi beban bagi siswa maka sekolah memberikan kebebasan kepada siswa untuk kapan waktu membacanya, bisa pagi hari sebelum belajar, siang atau sore, yang penting buku itu selesai dibaca sampai selesai," ujar Aldi.

Kegiatan literasi ini tentu saja membutuhkan dukungan dan ketersediaan buku bacaan. Jika tidak maka siswa akan merasa bosan dengan membaca buku yang sama.

Agar bacaan siswa beragam dan tidak bosan, pihaknya berupaya meminjamkan koleksi buku yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sampurna mengatakan ada tiga cara siswa mendapatkan buku bacaan.

“Yang pertama mendorong siswa menggunakan buku bacaan yang ada di dalam rumah, termasuk majalah dan koran. Kedua, memanfaatkan buku bekas dari saudara atau keluarga. Yang ketiga, dengan mendapat pinjaman buku dari sekolah," ungkapnya.

Selain itu, Sampurna juga mendorong siswanya membaca e-book dari internet, tentu dengan pengawasan orangtua.

"Karena terkendala COVID-19, siswa tetap membaca selama di rumah," kata Aldi.

Sementara itu, Faizah, mengaku senang dengan kegiatan literasi selama di rumah. Dirinya bisa berbagi buku dengan adiknya.

"Menambah wawasan," ujar siswa kelas VI tersebut, ketika ditanya alasan membaca buku.