Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pasca Diserang, Pelajar SMA Negeri 12 Kota Jambi Jalankan Ujian Daring

Jambikita.idverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana SMA Negeri 12 Kota Jambi, Kamis (24/3). (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana SMA Negeri 12 Kota Jambi, Kamis (24/3). (Foto: Istimewa)

Jambikita.id - Pasca mendapatkan serangan dari pelajar SMK Negeri 3 Kota Jambi, Kamis (24/3), sejumlah pelajar SMA Negeri 12 Kota Jambi tidak lagi menjalankan ujian di ruang kelas. Para pelajar tersebut kini menjalankan ujian secara daring.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Misrinadi menyampaikan keputusan ini dibuat, karena situasi tersebut.

"Situasinya seperti ini, kemarin sore sampai malam kami melakukan rapat, keputusannya memang ujiannya daring saja," ujarnya, Jumat (25/3).

Ia mengatakan ada 9 pelajar dan 4 guru yang mengalami cidera. Sebagian besar mengalami cidera ringan. Namun, seorang di antaranya sempat menjalankan rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

"Mereka itu terkena pukulan, tidak tahu terpukul atau dipukul, tidak tahu didorong atau terdorong, karena banyak orang. Itu mau dikunjungi Pak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi pagi ini," ungkapnya.

Ia belum bisa memastikan apakah para pelajar mengalami trauma atau tidak. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sedang melihat kondisi para korban tersebut.

"Kalau itu saya belum tahu, nanti kita telusuri. Saya panggil kepala sekolah dan guru. Kita ambil datanya," ungkapnya.

Penyebab kekerasan ini masih didalam oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, dan pihak kepolisian. Hanya saja, kabar yang beredar SMK Negeri 3 Kota Jambi melakukan penyerangan lantaran tidak terima kelasnya dipakai.

"Belum tahu pasti penyebab kejadiannya. Tentu kami dari dinas akan mendalami ini melalui kepala sekolah. Sudah ada juga laporan ke polisi. Yang lebih mendalam nanti pihak polisi. Sedangkan kami sifatnya ke edukasi," tutur Misrinadi.

Ia pun mengimbau pihak sekolah ke depannya dapat memberikan informasi yang jelas kepada pelajar. Jangan sampai memberikan informasi yang tidak dimengerti oleh pelajar, sehingga gampang diprovokasi.

"Sekolah harus memberikan informasi kepada anak-anak, untuk SMK Negeri 3 Kota Jambi terutama. Jangan memberikan informasi yang salah kepada pelajar. Pelajar itu sebenarnya tidak tahu apa-apa. Karena diinformasikan tidak jelas, bisa 'dipanaskan' sedikit," ujarnya.

Sebagaimana berita sebelumnya, pelajar SMK Negeri 3 Kota Jambi menyerang pelajar SMA Negeri 12 Kota Jambi yang sedang melaksanakan ujian, sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (24/3).

Kepala SMAN 12 Kota Jambi, Syaipudin mengatakan bahwa saat itu para pelajar yang sedang melaksanakan ujian, tiba-tiba diserang.

"Siswa dari SMK ini langsung menyerang, dan masuk ke dalam kelas. Langsung menganiaya siswa kita," ujarnya.

Imbasnya, sejumlah guru dan murid mengalami luka-luka. Ada pula seorang pelajar yang dirawat inap.

Kepala Polsek Kota Baru, Kompol Dhadhag Anindito menyampaikan terjadi selisih paham atau miskomunikasi antara murid kedua sekolah tersebut, sehingga penyerangan ini terjadi.

Ia pun mengatakan bahwa berangsur-angsur situasi sudah kondusif. Lalu, siswa yang luka telah diobati.

"Sekarang sudah berangsur kondusif. Beberapa pihak juga sudah menengahi hal ini. Pihak dinas pendidikan juga sudah datang kesini," katanya.

Walaupun demikian, Polsek Kota Baru mendalami kasus tersebut.

"Kasus ini masih akan kita tindak lanjuti," kata Dhadhag.

(M Sobar Alfahri)