Ratusan Korban Keracunan Usai Makan Sate di Jambi Masih Dalam Penanganan Medis
·waktu baca 2 menit

Jambikita.id - Sebanyak 154 orang menjadi korban keracunan usai memakan sate di Tanjung Simalidu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Jambi, Sabtu (30/7) malam, setelah pawai obor dalam rangka merayakan tahun baru Hijriah. Sebagian dari mereka masih dalam penanganan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Tebo, Riana Elizabeth mengatakan para korban dengan gejala berat dirawat dengan pemberian infus, dan pengobatan lainnya. Banyak yang masih mengalami mual, muntah, lemas, dan diare.
Sedangkan pasien dengan gejala ringan, tetap diberi pengobatan sesuai dengan gejala dan keluhan.
"Untuk saat ini situasi terkendali, obat cukup, tenaga kesehatan juga cukup," katanya, Selasa (2/8).
Sesuai dengan data yang dihimpun, pasien yang dirawat jalan di Puskesmas Teluk Lancang berjumlah 64 orang. Sedangkan dirawat inap di puskesmas tersebut sebanyak 29 orang.
"Dewasa 9 orang, rawat inap 29 orang, anak-anak yang dirawat inap 20 orang, rawat jalan 42 orang," kata Riana.
Sedangkan di klinik luar daerah, yang dirawat inap sebanyak 11 pasien, dan yang dirawat jalan sebanyak 42 orang.
Riana mengatakan hari ini sudah 8 pasien sudah pulang dari klinik luar daerah. "Sedangkan pasien yang pulang dari Puskesmas Teluk Lancang, sebanyak 10 orang," tuturnya.
Sebagaimana berita sebelumnya, sejumlah korban ini merupakan anak-anak, orang tua, dan guru. Kebanyakan korban keracunan ini adalah anak-anak, dan sisanya adalah wanita. Mereka dirawat di puskesmas dan klinik.
Penyebab keracunan ini belum diketahui secara pasti. Uji sampel makanan dan uji muntahan korban belum diterima kepolisian.
Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Para saksi, termasuk pedagang sate, panitia, guru, dan orang yang memberikan makanan (bersedekah), diperiksa polisi atau dimintai keterangan.
(M Sobar Alfahri)
