Susanto Megaranto dan Kehidupan Catur

Founder Gramma Nusa. Peneliti Sosial-Politik
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jan Mealino Ekklesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Susanto Megaranto dilahirkan di Indramayu, Jawa Barat 8 Oktober 1987. Dirinya mendapat predikat sebagai Grand Master , suatu gelar teringgi dalam dunia catur sewaktu berumur 17 tahun. Dirinya semakin terkenal setelah menjadi komentator catur dalam acara dwitarung antara Irene Kharisma Sukandar melawan Dewa Kipas alias Dadang Subur.
Beragam prestasi telah ditorehkan, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Sewaktu kecil, warga di kampunya sedang digandrungi oleh permainan catur. Orang bermain catur dimana-mana. Di poskamling, pinggiran sawah, hingga rumah-rumah selalu terlihat orang bermain catur.
Susanto mulai meniti karir profesional caturnya disaat dirinya masih berusia 7,5 tahun. Perasaannya muncul dengan sangat dilematis, tidak yakin apakah dirinya mampu menjuarai setiap turnamen catur ataupun tidak. Namun, ia tetap berusaha dan menoreh prestasi. Sampai akhirnya Susanto mendapat kesempatan bersekolah di Enerpac serta dilatih oleh Eka Putra Wirya, sosok yang juga membawa Utut Adianto menjadi grand master.
Saat ini, dirinya berjuang memenangi kejuaraan catur di Piala Dunia Catur 2021 yang diselenggarakan di Sochi, Rusia. Dirinya dinyatakan positif COVID-19 sesaat setelah babak pertama melawan Caruana, GM asal Amerika Serikat dengan skor 1-0. Namun, kecintaannya terhadap catur patut dijadikan momentum bagi kita untuk bangkit dari keterpurukan.
***
"Kuis kumparan:"ATLET INDONESIA YANG JADI IDOLAMU”"
"Kuis kumparan:"ATLET INDONESIA YANG JADI IDOLAMU”"
"Kuis kumparan:"ATLET INDONESIA YANG JADI IDOLAMU”"
