Kesenjangan Sosial, Pembangunan, dan Bayang Etnonasionalisme di Indonesia

Mahasiswi Aktif Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area.Aktif menulis opini mengenai isu sosial, komunikasi, dan pembangunan sebagai bentuk kontribusi melalui karya tulis.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jasmine Annisa Rizki Dalimunthe tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PENULIS:JASMINE ANNISA RIZKY DALIMUNTHE
MAHASISWI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MEDAN AREA 2026
Di tengah gencarnya pembangunan yang terus digalakkan di Indonesia, muncul satu pertanyaan penting yang belum sepenuhnya terjawab: apakah pembangunan tersebut sudah benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat? Di balik berbagai capaian ekonomi dan infrastruktur, masih terdapat persoalan mendasar yang terus mengemuka, yaitu kesenjangan sosial. Ketimpangan ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi dinamika identitas sosial, termasuk menguatnya sentimen etnonasionalisme dalam konteks tertentu.
Pembangunan yang Belum Sepenuhnya Inklusif
Pembangunan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam sektor infrastruktur, digitalisasi, dan investasi. Namun, jika dilihat lebih dalam, manfaat pembangunan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah.
Kota-kota besar cenderung menikmati akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan teknologi. Sementara itu, sejumlah daerah di luar pusat ekonomi masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan infrastruktur dasar hingga minimnya peluang ekonomi.
Ketimpangan ini menciptakan jarak sosial yang nyata antara kelompok masyarakat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menimbulkan perasaan tidak adil yang berpotensi memengaruhi kohesi sosial dalam masyarakat.
Etnonasionalisme dalam Masyarakat Majemuk
Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi, baik dari segi etnis, budaya, maupun bahasa. Dalam kondisi ideal, keberagaman ini menjadi kekuatan utama bangsa. Namun dalam situasi ketimpangan sosial yang lebar, identitas etnis dapat menjadi semakin menonjol.
Dalam konteks inilah, muncul istilah etnonasionalisme, yaitu kecenderungan mengutamakan kepentingan kelompok etnis tertentu di atas kepentingan nasional. Etnonasionalisme tidak selalu muncul dalam bentuk ekstrem, tetapi sering kali berakar dari rasa ketidakpuasan terhadap ketidakmerataan pembangunan dan akses terhadap sumber daya.
Ketika suatu kelompok merasa tidak mendapatkan perlakuan yang setara, identitas etnis dapat menjadi ruang solidaritas yang menguat. Namun jika tidak dikelola dengan baik, hal ini berpotensi memperlemah rasa kebangsaan yang lebih luas.
Kesenjangan Sosial dan Pergeseran Identitas
Kesenjangan sosial tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi cara masyarakat memaknai identitas dirinya. Dalam situasi ketidaksetaraan, masyarakat cenderung mencari identitas yang lebih dekat dan memberi rasa aman, salah satunya melalui ikatan etnis atau kultural.
Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, ada risiko terjadinya pergeseran loyalitas dari identitas nasional menuju identitas kelompok yang lebih sempit. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi negara majemuk seperti Indonesia yang dibangun atas prinsip persatuan dalam keberagaman.
Tantangan Menuju Masa Depan Indonesia
Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana pembangunan dapat berjalan secara inklusif dan adil. Pemerataan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi menjadi kunci utama untuk mengurangi kesenjangan sosial.
Jika pembangunan hanya berfokus pada pertumbuhan tanpa pemerataan, maka potensi munculnya fragmentasi sosial akan semakin besar. Sebaliknya, pembangunan yang inklusif dapat memperkuat integrasi sosial dan memperkokoh identitas kebangsaan.
Dalam masyarakat yang sangat beragam seperti Indonesia, keadilan sosial bukan hanya tujuan pembangunan, tetapi juga fondasi utama untuk menjaga persatuan bangsa.
Penutup
Kesenjangan sosial bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan persoalan keadilan yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan identitas kebangsaan. Dalam konteks Indonesia yang multikultural, ketimpangan ini dapat menjadi tantangan serius jika tidak dikelola dengan baik.
Pembangunan yang ideal bukan hanya yang terlihat secara fisik, tetapi yang mampu menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian, Indonesia dapat terus maju tanpa kehilangan kekuatan utamanya: persatuan dalam keberagaman.
