Konten dari Pengguna

4 Ide Anti-Mainstream Program Kerja KKN ala Mahasiswa IPB

Jasmine Destila Fitriani

Jasmine Destila Fitriani

kumparan Buddies/Mahasiswi IPB University Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jasmine Destila Fitriani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) merupakan implementasi dari Tri Dharma perguruan tinggi yaitu dharma “Pengabdian kepada masyarakat”. Dharma “pengabdian kepada masyarakat” seringkali dilambangkan sebagai suatu kegiatan sosial yang dimana pihak terkait memberikan bantuan dan pelayanan secara tulus dan ikhlas tanpa memungut biaya apapun kepada kelompok masyarakat yang lemah, tidak mampu secara ekonomis, dan berada dalam kondisi keterbelakangan hidup.

Mahasiswa peserta KKN-T diharapkan dapat mendapatkan pengalaman dalam mengimplementasikan ilmu yang sudah didapatkan dari kegiatan perkuliahan dan berbaur dalam masyarakat secara langsung untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu kelompok KKNT IPB yang di tempatkan di Desa Godog, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo merancang program KKN yang unik. Hal ini dibertujuan agar masyarakat dapat memahami dan mengingat materi yang disampaikan, hingga mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Berikut 4 ide anti-mainstream untuk program kerja KKN

  1. Jadwal Pakan Ternak Alternatif

Program kerja di sektor peternakan dan kesehatan hewan terkadang memerlukan pendamping ahli agar tidak ada keliruan penyampaian informasi. Mahasiswa KKNT IPB merancang poster jadwal pakan alternatif, kiat-kiat berternak, dan langkah pembuatan silase. Poster tersebut dapat dibagikan oleh peternak baik skala kecil hingga skala besar.

Pemberian poster ternak dan penjelasan mengenai pakan ternak
  1. Kipas GGL (Gula Garam Lemak)

Di daerah pedesaan, masih kental dengan adanya arisan, pertemuan, dan ronda dengan rentang kegiatan yang cukup sering. Seringkali konsumsi dari acara tersebut adalah teh hangat manis, makanan manis, dan gorengan. Maka dari itu, diperlukan sosialisasi konsumsi GGL kepada masyarakat agar mengetahui takaran GGL yang baik untuk tubuh. Selain sosialisasi secara verbal, membuat kipas tangan dengan materi GGL adalah pilihan yang cocok agar meningkatkan partisipasi masyarakat.

Kipas tangan GGL yang dibagikan untuk masyarakat
  1. Buku Pintar MP-ASI

Saat ini, isu stunting masih menjadi isu prioritas pemerintah Indonesia yang pelu dituntaskan. Sayangnya, persoalan stunting masih belum familiar dikalangan masyarakat pedesaan. Maka dari itu, sosialisasi stunting perlu dilaksanakan untuk ibu dan anak. Buku Pintar MP-ASI adalah buku yang berisikan materi stunting, pentingnya MP-ASI, dan resep-resep MPASI untuk pemula.

Pemberian buku MP-ASI saat posyandu
  1. Apron Anatomi untuk PHBS

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah perilaku yang harus ditanamkan sejak dini. Materi PHBS mudah dijelaskan dan dipraktikkan. Agar anak-anak tidak bosan, apron anatomi dapat menjadi pilihan bahan ajar agar anak paham dan antusias mendengarkan materi. Bahan dan alat pembuatan apron anatomi mudah didapatkan dan bisa dibuat secara handmade.

Sosialiasi PHBS dengan bahan ajar yang unik.

Nah, dari ide-ide tersebut, kalian tertarik ide yang mana, nih?