Mahasiswa KKN UNDIP Tanamkan Pentingnya Pangan Lokal Sejak Usia Dini

Mahasiswa Universitas Diponegoro
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jasmine Nafisa Hendratno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelurahan Tambangan, Semarang – Ketahanan pangan berawal dari kesadaran memilih makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Pada hari Senin (28/07/25) hingga selasa (29/07/25), mahasiswa KKN-T IDBU 85 Universitas Diponegoro, Jasmine Nafisa Hendratno (Hubungan Internasional), Haya Zahwa Aqilah (Teknik Elektro), dan Ivo Daniva Angelina (Ilmu Kelautan), mengadakan kegiatan edukasi untuk mengenalkan pangan lokal kepada siswa kelas IV SDN 01 Tambangan. Melalui penjelasan visual, diskusi interaktif, dan permainan edukatif, anak-anak diajak memahami perbedaan pangan lokal dari berbagai sisi, mulai dari perbedaan dengan pangan impor, kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh, hingga proses panjang yang dilalui sebelum sampai di meja makan serta kaitannya dengan mendukung petani, menjaga lingkungan, dan melestarikan makanan tradisional.
Mengapa Pangan Lokal Penting untuk Kita
Sesi pertama berfokus pada pengenalan pangan lokal dengan membandingkannya terhadap pangan impor, mulai dari harga dan kesegaran hingga dampaknya bagi petani, budaya, dan lingkungan. Pangan lokal diperkenalkan sebagai pilihan yang lebih segar, minim bahan pengawet, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal dengan menjaga keberlangsungan produksi di daerah sendiri. Materi ini juga dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 12.8, yang menekankan pentingnya kesadaran memilih makanan sehat, berkelanjutan, dan mendukung kemandirian pangan. Untuk menutup sesi, anak-anak SDN 01 Tambangan diajak mengikuti kuis interaktif yang memancing ingatan mereka tentang materi sebelumnya, dengan pertanyaan seputar manfaat membeli pangan lokal, makna menjaga makanan tradisional, alasan mengutamakan produk dari daerah sendiri, hingga langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mendukungnya.
Gizi Seimbang yang Bisa Kita Dapat dari Pangan Lokal
Sesi kedua, oleh Haya Zahwa Aqilah, membahas pentingnya gizi seimbang. Tidak semua anak menyadari bahwa kebutuhan energi, pertumbuhan, dan daya tahan tubuh mereka dapat dipenuhi dari bahan pangan lokal yang sederhana. Pembuatan alat edukatif ini didasari oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang interaktif dan menarik, sehingga anak-anak lebih mudah memahami konsep gizi tanpa merasa bosan. Materi yang disampaikan melalui alat ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya memilih makanan bergizi, membentuk kebiasaan makan sehat, serta meningkatkan kemampuan anak dalam mengaitkan jenis makanan dengan manfaatnya bagi tubuh. Haya menggunakan alat edukatif buatannya sendiri, sebuah perangkat interaktif yang menampilkan sebanyak lima buah pertanyaan di layar. Anak-anak dapat memilih jawaban “Yes” atau “No” dengan menekan tombol, dan alat akan memberikan respons langsung apakah jawabannya benar. Selain membuat proses belajar menjadi menyenangkan, metode ini membantu anak memahami hubungan antara jenis makanan dan manfaatnya tanpa terkesan seperti pelajaran di kelas.
Perjalanan Panjang Makanan dari Ladang hingga Meja Makan
Sesi terakhir dibawakan oleh Ivo Daniva Angelina dengan judul yang diusung yaitu Petualangan Panganku, yang berfokus pada perjalanan pangan dari lahan pertanian hingga menjadi hidangan siap santap. Anak-anak melihat proses mulai dari pengolahan lahan, penanaman, panen, hingga distribusi. Untuk menguatkan pemahaman, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta menjelaskan dari setiap urutan tahapan perjalanan pangan dengan lembar kerja berisikan gambar peta ilustrasi yang sudah disiapkan. Kelompok yang berani maju untuk menjelaskan hasilnya di depan kelas mendapatkan hadiah kecil. Pendekatan ini membuat anak-anak memahami bahwa makanan yang mereka nikmati tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan banyak pihak.
Membentuk Kebiasaan Memilih Pangan dari Daerah Sendiri
Rangkaian tiga sesi ini bukan hanya memberi informasi, tetapi juga menanamkan sikap menghargai pangan dari daerah sendiri. Dengan memahami manfaat, gizi, dan proses produksinya, anak-anak diharapkan bisa tumbuh menjadi konsumen yang bijak, yang memilih makanann tidak hanya berdasarkan rasa, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya bagi kesehatan dan lingkungan. Pengetahuan yang ditanamkan sejak dini ini menjadi langkah kecil namun berarti untuk membentuk generasi yang peduli pada keberlanjutan pangan dan masa depan daerah mereka.
Penulis :
Jasmine Nafisa Hendratno
Haya Zahwa Aqilah
Ivo Daniva Angelina
Dosen Pembimbing Lapangan :
Dr.techn. Asep Muhamad Samsudin, S.T.,M.T.
Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T
