Revitalisasi Bisnis Lokal: Membantu Pemasaran UMKM di Era Digital

Jasmine Puspita Adaninggar
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Konten dari Pengguna
21 Februari 2024 16:19 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Jasmine Puspita Adaninggar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dokumentasi Pribadi (Foto: Jasmine Puspita)
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi (Foto: Jasmine Puspita)
ADVERTISEMENT
KKN adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pada program KKN ini, setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk merancang dan menjalankan programnya masing-masing. KKN 094 UMY yang dibimbing langsung oleh Bapak Dr. Halim Purnomo M.Pd.I selaku dosen pembimbing lapangan. Artikel ini akan membahas bagaimana KKN 094 UMY melangkah bersama digitalisasi dan membantu UMKM yang ada di Dusun Tinggen.
ADVERTISEMENT
Dusun Tinggen, salah satu dusun yang terletak di Kecamatan Minggir dan merupakan bagian dari Kelurahan Sendangarum. Terdiri dari 128 kepala keluarga dan jumlah penduduk sebanyak 363 jiwa. Dusun ini memiliki berbagai macam UMKM unggulan diantaranya yaitu besek anyam dari bambu & kerajinan souvenir.
Dokumentasi Pribadi (Foto: Jasmine Puspita)
Melalui program kerja Analisis Bisnis UMKM dan Digital Marketing, KKN 094 UMY membantu Ibu Nana selaku pemilik UMKM Unnik Souvenir untuk memasarkan produk melalui Tokopedia yang memiliki pasar berbeda dengan Shopee. Memasarkan produk melalui platform Tokopedia dan Shopee memang melibatkan pendekatan yang berbeda karena keduanya memiliki karakteristik pasar yang berbeda. Perbedaannya dapat dilihat dari strategi penjualan. Dalam memasarkan produk, strategi penjualan yang efektif di Tokopedia mungkin tidak sama dengan yang efektif di Shopee. Misalnya, di Tokopedia, fokus pada pembuatan konten yang relevan dan peningkatan reputasi toko mungkin lebih penting, sementara di Shopee, menawarkan diskon dan penawaran flash sale mungkin lebih efektif.
ADVERTISEMENT
Dalam menjalankan bisnis, berbagai kendala seringkali menjadi hambatan signifikan yang mempengaruhi kinerja dan pertumbuhan UMKM. Kendala yang sedang dihadapi Ibu Nana adalah kurangnya SDM untuk mengelola, karena memiliki pengalaman di masa lalu yang tidak menyenangkan karena tidak dapat membayar gaji karyawan.
Dokumentasi Pribadi (Foto: Jasmine Puspita)
Ketidakmampuan untuk membayar gaji kepada karyawan merupakan masalah serius yang dapat mengakibatkan konsekuensi yang merugikan bagi UMKM dan karyawan itu sendiri. Oleh karena itu, peran kelompok KKN 094 UMY sebagai penasihat untuk pengembangan UMKM Unnik Souvenir yaitu dengan membuat skema untuk opsi terbaik yang dapat dipilih oleh Ibu Nana dengan meng-hire seorang admin sehingga Ibu Nana dapat fokus dengan operasionalnya untuk saat ini, dan dengan seiring berjalannya waktu dapat meng-hire satu pengerajin lagi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, kami juga memberikan saran untuk mengalokasikan dana yang didapatkan dari perusahaan Jepang tersebut agar dapat terpenuhi untuk branding ditempat yang baru (Tokopedia) sebelum suntikan dana tersebut habis.