Konten dari Pengguna

I Miss You Every Brand New Day : Makna Di Balik Lagunya

Tulisan "...miss you..." yang ditempelkan pada ranting dengan penjepit pakaian. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Tulisan "...miss you..." yang ditempelkan pada ranting dengan penjepit pakaian. Foto: Pixabay

"I Miss You Every Brand New Day" adalah lagu karya For Revenge yang mengangkat tema rindu dan kehilangan. Lagu ini menggambarkan perasaan Spider-Man ketika terpaksa meninggalkan orang-orang yang disayanginya. Meski masih sangat merindukan mereka, ia tetap harus menjalani rutinitas seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Pesan tersebut terasa kuat karena For Revenge menggambarkan rindu yang tetap ada meski kehidupan terus berjalan. Ada kalanya seseorang harus terlihat baik-baik saja dan menjalani hari seperti biasa, padahal ada orang atau kenangan yang terus teringat.

Menurut penulis, kisah Spider-Man dalam lagu ini bukan hanya tentang pahlawan yang kehilangan orang-orang tersayang. Lagu ini juga bercerita tentang seseorang yang memilih tetap melindungi dari kejauhan meski harus menanggung sepi seorang diri.

Pasangan menikmati waktu bersama dengan menonton film Spider-Man. Foto: Pixabay

Merelakan orang yang sudah tiada memang wajar. Namun, merelakan seseorang yang sebenarnya masih ada, masih disayangi, dan pernah menjadi sosok penting dalam hidup jauh lebih sulit.

Perasaan itu harus dikorbankan demi melindungi orang-orang tersayang dari bahaya yang akan datang. Sebagai Spider-Man, ia harus menghadapi banyak musuh dan penjahat berbahaya.

Lebih pahit lagi, momen kehilangan orang-orang tercinta ternyata tidak dapat dihindari. Peristiwa tersebut digambarkan terjadi di berbagai semesta, komik, hingga film.

Penggemar berkumpul dengan mengenakan kostum Spider-Man. Foto: Pixabay

1. Kehidupan Spider-Man yang Harus Menyeimbangkan Dua Dunia

Pada bait awal, vokalis For Revenge, Moch Boniex Nurwega, menulis lirik yang menyentuh tentang Spider-Man yang sibuk menyelamatkan kota. Ia berjanji memastikan kabar orang tersayang tetap bahagia saat ia menjalankan tugasnya.

Di satu sisi, ia harus menjalani hidup sebagai Peter Parker, remaja yang tinggal sendirian di apartemen di Queens. Peter juga telah kehilangan orang tua, bibi, paman, dan teman-temannya. Di sisi lain, ia masih harus menyembunyikan identitasnya sebagai Spider-Man.

2. Peter Parker yang Tidak Lagi Dikenali

Peter Parker berharap agar harinya berjalan seperti biasanya. Foto: Pixabay

Bait berikutnya menceritakan Peter Parker sebagai sosok yang tidak lagi dikenali siapa pun. Tidak ada yang mengingat siapa dirinya.

Karena itu, ia hanya dapat mendoakan MJ, yang dahulu menjadi kekasihnya, serta teman-temannya dari kejauhan. Meski hatinya hancur, Spider-Man yang begitu kuat pun tidak dapat berbuat apa-apa.

3. Rasa Rindu yang Tidak Dapat Disampaikan

Spider-Man berada di atas gedung pencakar langit. Foto: Pixabay

Bagian refrain lagu ini dikemas dengan tiga sampai empat kunci sederhana, tetapi tetap enak didengar. Nada tingginya tidak berlebihan, sedangkan liriknya menggambarkan rindu yang melebihi apa pun kepada kekasih dan teman-temannya.

Pada bagian ini, Spider-Man digambarkan mampu menyelamatkan ribuan nyawa, tetapi tidak bisa berada di sisi orang yang disayanginya. Ia sanggup menyelamatkan satu kota dari bahaya, tetapi tidak sanggup menyelamatkan dirinya sendiri dari kesedihan yang berlarut-larut. Ia bahkan tidak lagi dapat berada di sisi MJ.

4. Berusaha Melindungi dari Kejauhan

(Foto) Spider-Man melambaikan tangan di atas mobil pemadam kebakaran. Foto: Pixabay

Berbeda dari bait awal, bagian ini menggambarkan Spider-Man yang terus berayun dari satu tempat ke tempat lain. Dari kejauhan, ia memastikan orang-orang yang disayanginya tetap aman dan tidak ragu menatap masa depan.

Meski begitu, Peter Parker harus menelan sendiri rasa sepi yang tak kunjung hilang karena merelakan orang-orang yang dicintainya pergi.

5. Sosok di Balik Topeng Spider-Man

Spider-Man berada di atas mobil pemadam kebakaran. Foto: Pixabay

Bagian interlude menghadirkan gitar yang terdistorsi dan teriakan Moch Boniex Nurwega. Bagian ini menggambarkan harapan agar suatu hari dunia mengetahui sosok di balik topeng Spider-Man.

Ia adalah remaja yang punya keberanian dan kekuatan untuk menjaga orang lain, tetapi juga bisa merasakan kesedihan. Dunia tidak tahu bahwa ada jiwa rapuh di balik Spider-Man yang selama ini tidak diperlihatkan kepada penonton.

6. Rasa Rindu yang Terus Ada Setiap Hari

Lagu ini ditutup dengan refrain terakhir yang dinyanyikan dengan teriakan dan nada tinggi oleh Moch Boniex Nurwega. Judul lagu diulang sebagai penegasan bahwa rindu itu hadir setiap hari.

Lagu ini mengingatkan penulis pada "Gift and Curses" milik Yellowcard, band pop punk asal Florida. Lagu tersebut menjadi salah satu pengiring film Spider-Man 2 (2004) garapan Sam Raimi.

Setelah 22 tahun, ada kesamaan dalam penggunaan lagu untuk karakter yang sama. Keduanya sama-sama beraliran pop punk/emo dengan lirik emosional dan bermakna dalam.

Fun fact, kedua lagu memiliki tangga nada yang sama, yaitu Do = A. Karena itu, saat mendengarkan "I Miss You Every Brand New Day", pendengar bisa merasakan nostalgia sejak detik pertama.