Konten dari Pengguna

41 Ponsel Siswa SMA dan SMK di Situbondo Berisi Konten Porno

JatimNow

JatimNowverified-green

Berani Realitas

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari JatimNow tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Razia hape pelajar di Situbondo
zoom-in-whitePerbesar
Razia hape pelajar di Situbondo

jatimnow.com - Untuk mengantisipasi peredaran konten pornografi dan kekerasan seksual di kalangan pelajar, Kepolisian Resor Situbondo pun menggelar razia handphone di beberapa sekolah SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (8/8/2019). Dari hasil razia ini, ada 41 handphone milik siswa SMA dan SMK di Kabupaten Situbondo memiliki konten yang berbau pornografi dan pernah mengakses situs-situs porno.

Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono, mengatakan kegiatan razia ini dilaksanakan oleh 2 tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kominfo Kabupaten Situbondo.

Tim gabungan ini dibentuk dengan tujuan untuk memudahkan petugas melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap handphone milik siswa. Selain memeriksa keberadaan konten porno, tim ini juga mencari konten berupa video-video yang berbau kekerasan.

"Dari hasil razia di 2 sekolah, ditemukan 41 handphone milik siswa yang berisikan konten pornografi berupa foto-foto maupun video dan juga history (riwayat) situs-situs yang berisikan konten pornografi," kata Awan.

Menurutnya, razia yang digelar itu bersifat pencegahan keterlibatan siswa dalam kasus pornografi maupun tindak pidana kekerasan. Bagi siswa yang kedapatan menyimpan konten porno di dalam handphone miliknya atau pernah mengakses situs pornografi diserahkan kepada pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan dan konseling.

Selain razia, Humas Polres Situbondo juga memberikan pembekalan terkait penggunaan media sosial. Harapannya, siswa-siswi SMA dan SMK dapat lebih selektif dan berhati-hati terhadap konten-konten yang berbau pornografi dan kekerasan serta melanggar Undang-Undang ITE.

"Kegiatan ini sebagai langkah antisipasi dan pencegahan kekerasan seksual dan edukasi terkait bahaya konten pornografi," tegasnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah yang dinilai sebagai tindakan positif sebagai langkah antisipasi. Sebab, selain merazia handphone siswa, petugas juga memberikan edukasi kepada para pelajar supaya waspada terhadap perilaku kejahatan dan kekerasan seksual.

"Razia HP itu difokuskan pada pelajar, karena para pelajar di tingkatan itu dinilai mudah terpengaruh dan rentan pada perilaku coba-coba," tutup Awan.

Editor: Sandhi Nurhartanto

Reporter: Hafiluddin Ahmad

embed from external kumparan