Konten Media Partner

Cerita Siswi 15 Tahun asal Ponorogo Lolos SNMPTN Unair Fakultas Kedokteran

25 Maret 2021 12:59 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical

Cerita Siswi 15 Tahun asal Ponorogo Lolos SNMPTN Unair Fakultas Kedokteran

Cerita Siswi 15 Tahun asal Ponorogo Lolos SNMPTN Unair Fakultas Kedokteran
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
jatimnow.com - Rizqi Fadhila Ramadhani, siswi SMAN 1 Ponorogo lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jurusan kedokteran di Universitas Airlangga (Unair) pada usia 15 tahun.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillah banget bisa masuk kedokteran. Jadi yang termuda juga di Unair," ujarnya saat ditemui di rumahnya di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Kamis (25/3/2021).
Ia menceritakan, sejak awal dirinya ingin kuliah di Unair. Dirinya dari sekolah dasar hingga SMA hanya menghabiskan waktu 10 tahun. Yaitu SD selama 6 tahun, SMP masuk program akselerasi di MTSn 2 Ponorogo selama 2 tahun dan dirinya kemudian mengikuti akselerasi dengan nama program Kelompok Belajar Cepat (KBC) di SMAN 1 Ponorogo juga 2 tahun.
"Jadi program kelompok belajar cepat dari SMAN 1, tetap masuk cuma 4 orang anak. Persetujuan orang tua. IPA 3 anak, IPS 1 siswa. Ada kebijakan dari sana masuk selama pandemi. Untuk reguler libur tetapi KBC masuk," papar anak dari pasangan Amin Syaifuddin dan Novita Rahmawati itu.
ADVERTISEMENT
Selain sekolah secara akselerasi, dirinya juga giat belajar dari rumah dengan mengikuti dua bimbingan belajar (bimbel) dan 1 belajar secara privat dengan mendatangkan guru ke rumah.
"Kegiatan hanya belajar dan belajar. Terkadang ada saatnya bermain, tetapi dengan adik. Keluar juga sama orang tua. Kumpul sama teman jarang. Waktunya penuh untuk belajar," lanjut dia.
Ibundanya yang bernama Novita Rahmawati mengaku percaya kepada anaknya dengan menerapkan disiplin dan tanggung jawab serta komitmen.
"Kalau ngepush sih enggak. Anak-anak ya kan masih capek. Kadang saya suapin dia kalau belajar lupa makan. Belajar sambil disuapin. Itu disukainya," katanya.
Ia menyebut, pilihan kuliah di jurusan kedokteran Unair adalah keinginan anaknya dan dirinya hanya mengarahkan saja.
"Aaya punya target, sukses di usia muda untuk anak saya," pungkasnya.
ADVERTISEMENT