Heboh Mobil Sebar Duit di Kesamben Jombang: Warga Sekitar Berebut Ambil Uangnya

Konten Media Partner
30 Januari 2023 11:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Heboh Mobil Sebar Duit di Kesamben Jombang: Warga Sekitar Berebut Ambil Uangnya
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
jatimnow.com - Jalan yang ada di Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mendadak heboh. Tampak sejumlah warga berdiri di pinggir jalan kampung, seperti menunggu kedatangan seseorang.
ADVERTISEMENT
Tidak menunggu waktu lama, ternyata warga berlarian mengejar sebuah mobil berwarna hitam. Entah siapa yang ada di dalam mobil tersebut, namun orang itu membagikan uang ke jalan. Bahkan uang tiba-tiba dilempar ke jalan. Sehingga orang kampung berebut uang tersebut.
Harianto (45) warga setempat mengatakan bahwa mobil hitam itu, sudah empat kali membagikan uang ke warga, sejak awal bulan Januari.
"Yang disebarkan itu ada yang Rp 100 ribu ada juga Rp 50 ribu. Uang asli," ungkapnya, Senin (30/1/2023).
Ia mengaku orang yang menyebar uang ke jalan dengan mobil itu, merupakan ahli spiritual.
"Katanya itu Gus Hadi. Yang suka nyembuhin orang," paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Watudakon, Suharto, membenarkan adanya kejadian orang bagi uang di jalan. Ia mengaku sempat menyaksikan sendiri peristiwa itu.
ADVERTISEMENT
"Iya, kebetulan saya pas lewat mengetahui langsung. Kanan kiri jalan itu penuh orang kampung," terangnya.
Ia menyebut, kejadian itu pada hari Senin (23/1/2023) pekan lalu, sekitar pukul 11.00 WIB.
"Yang bagikan ini pakai mobil Xpander di kaca sampingnya ada foto dan tertulis Gus Hadi. Orangnya itu paranormal. Kalau sampeyan cari di YouTube bisa. Cari namanya Gus Hadi, nah orang itu," katanya.
Kades mengatakan aktivitas yang dilakukan oleh orang dalam mobil tersebut, hanya sebatas membuat konten.
"Saya taunya itu Gus Hadi. Kayaknya bikin konten. Mobil ini dikawal motor di belakang dan depan, dan orangnya pakai blangkon," ucapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang ia terima aktivitas itu sudah empat kali berlangsung. Lokasinya juga sama di Dusun Watudakon. Namun, pecahan uang yang dibagikan berbeda antara pertama dengan keempat.
ADVERTISEMENT
"Senin kemarin itu Rp50.000 kalau yang pertama dan kedua Rp100 ribu. Semuanya lokasinya sama," jelasnya.
Ia mengatakan sosok Gus Hadi merupakan kelahiran Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben.
"Dulu kelahiran Watudakon, orang tuanya juga dukun terus meninggal. Dia (Gus Hadi) tinggal di daerah Sepanjang. Domisilinya di daerah Sepanjang. Dan praktik paranormalnya juga di Sepanjang," pungkasnya.