Minta Mas Bechi Dibebaskan, Ribuan Orang Doa Bersama di Depan PN Surabaya

Konten Media Partner
17 November 2022 12:30
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Minta Mas Bechi Dibebaskan, Ribuan Orang Doa Bersama di Depan PN Surabaya (365017)
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
jatimnow.com - Sidang vonis terdakwa kasus pencabulan Much Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya diwarnai aksi massa, Kamis (17/11/22).
ADVERTISEMENT
Ribuan orang yang mengatasnamakan Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia itu menggelar aksi damai di Jalan Arjuno depan PN Surabaya. Mereka mengaku sebagai perwakilan 7 agama dan aliran kepercayaan di Indonesia.
Salah seorang demonstran, Budiono mengatakan, aksi damai ini berbalut doa bersama. Katanya, ada 2000 orang yang hadir.
"Jam 07.00 WIB, saya sudah mulai mempersiapkan tempat di depan Kantor PN Surabaya. Sekitar jam 08.00 WIB massa mulai berdatangan," ujar Budiono kepada jatimnow.com.
Dalam aksi damai itu, tokoh dari pemuka agama yang hadir membacakan doa secara bergantian.
"Romo-romo Protestan, Hindu, Buddha, Katolik, Islam, Konghucu, Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Sapto Darmo mengumandangkan doa di hadapan massa aksi," tambah Budiono.
Minta Mas Bechi Dibebaskan, Ribuan Orang Doa Bersama di Depan PN Surabaya (365018)
zoom-in-whitePerbesar
Menurutnya, tujuan aksi damai itu adalah agar Majelis Hakim PN Surabaya yang memimpin sidang membebaskan Mas Bechi.
ADVERTISEMENT
"Aksi kami ini diprakarsai oleh Mursyid Thariqoh Shiddiqiyah Jombang, Kyai Muhammad Muchtar Mu'thi, agar saudara Bechi dibebaskan," jelas dia.
Dia menambahkan, massa menuntut pembebasan Mas Bechi, lantaran mereka menilai selama ini proses persidangan tidak masuk akal dan penuh rekayasa.
"Fakta sidang tidak masuk akal atau tidak sesuai kenyataannya. Selebihnya para saksi yang dipanggil di persidangan selama ini tidak ada yang datang. Maka kami menuntut hakim benar-benar dalam melaksanakan tugasnya," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020