Konten dari Pengguna

Sosok Penari Kediri yang Mayatnya Dimasukkan Dalam Koper

JatimNow

JatimNowverified-green

Berani Realitas

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari JatimNow tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto semasa hidup Budi Hartanto, penari asal Kediri yang dibunuh dan mayatnya dimasukkan dalam koper kemudian dibuang di Blitar
zoom-in-whitePerbesar
Foto semasa hidup Budi Hartanto, penari asal Kediri yang dibunuh dan mayatnya dimasukkan dalam koper kemudian dibuang di Blitar

jatimnow.com - Suasana duka menyelimuti rumah Budi Hartanto (28), warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di dalam koper di Blitar. Seluruh keluarga, kerabat dan teman-temannya, menanti dengan gusar kedatangan jenazah pria yang berprofesi sebagai penari itu.

Sebab, hingga Rabu (3/4) pukul 23.00 WIB, jenazah Budi masih berada di RSUD Mardi Waluyo, Blitar.

Di mata keluarga, anak sulung dari tiga bersaudara pasangan suami istri Darmaji dan Hamidah tersebut dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah. Nasuka, paman korban, menuturkan, Budi ikut bertanggung jawab dan membantu ekonomi keluarga.

"Anaknya baik, sopan, tanggung jawab. Dia itu memberi biaya adiknya sekolah, membantu orang tuanya," ungkap Nasuka di rumah duka, Rabu (3/4).

Selain berprofesi sebagai penari, korban juga bekerja sebagai staf tata usaha di SDN Banjar Mlati 2 dan mengajar untuk sebuah sanggar tari modern di Kota Kediri.

Kegigihan korban untuk membantu ekonomi keluarga terlihat saat dia membuka sebuah kafe di kawasan GOR Joyoboyo Kota Kediri. Uang dari hasil usahanya ini digunakan untuk membantu biaya pendidikan kedua adiknya.

"Orangnya memiliki tipikal pekerja keras," sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu teman korban, Pradistya, yang mengatakan bahwa korban merupakan pribadi yang baik dan ramah. Kemampuannya dalam menari membuatnya mudah bergaul dengan banyak orang. Sewaktu masih bersekolah, korban dikenal tidak pernah berulah dan tidak mempunyai musuh.

"Anaknya lucu jadi tidak mungkin memiliki musuh," tegasnya.

Ilustrasi pembunuhan Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan

Jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 00.10 WIB, Kamis (4/4). Saat jenazah datang, tangis keluarga pecah. Jenazah yang sudah berada dalam peti, disemayamkan sebentar untuk disalatkan dan didoakan sebelum dimakamkan.

Lurah Tamanan, Yahya Budiono, mengatakan jenazah korban langsung dimakamkan saat itu juga di tempat pemakaman umum (TPU) setempat sesuai dengan permintaan keluarga. Tragisnya, jenazah Budi dimakamkan tanpa kepala, karena hingga pemakaman, bagian kepala Budi belum berhasil ditemukan.

Sebelumnya, jenazah budi ditemukan di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar Rabu (3/4) pagi. Tubuhnya dimasukkan koper, sedangkan bagian kepalanya masih dicari karena dipenggal oleh pelaku dan diduga dibuang secara terpisah.

Editor: Narendra Bakrie

Reporter: Bramanta Pamungkas

embed from external kumparan