Konten dari Pengguna

Madura, Tujuan Seru untuk Mudik

Javida Hana

Javida Hana

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Javida Hana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang Madura? Masa sih? Kok ga keliatan?

 Begitulah kalimat yang sering saya temui saat saya bilang bahwa saya keturunan Madura. Papa saya orang Madura asli yang lahir di Kalianget, lalu tumbuh besar di Sumenep. Seluruh keluarga besarnya kini pun menempati wilayah Sumenep. Sedangkan mama saya adalah keturunan Betawi-Cina dan Jawa.

Raut wajah saya memang tidak ‘keras’ seperti orang Madura pada umumnya. Saya seringkali dibilang sebagai orang Jawa, apalagi nada bicara saya yang kurang tegas dan pelan. Saya yang lahir dan hidup di Jakarta pun sama sekali tidak bisa Bahasa Madura, meski papa saya sangat fasih.

Terakhir kali saya ke Madura adalah saat saya bersekolah dasar. Sisanya, saya tidak pernah mudik ke sana, selain jumlah anggota keluarga yang cukup banyak (boros biaya), saya kira di Madura tidak ada tempat menarik.

Tahun lalu, 2018 akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk mudik ke Madura. Kebetulan kakak sepupu saya juga akan menikah. Jadi, kami pun merasa ini adalah momen yang tepat. Sekaligus tidak bertepatan dengan libur sekolah atau libur nasional. Tiket pesawat pun jauh lebih murah. Untuk mempermudah, kami pun memutuskan untuk memesan tiket pesawat online yang kami dapatkan di tiket.com.

Tiba di Surabaya, kami pun menyewa mobil untuk menyebrang ke Pulau Madura dan menuju Sumenep. Tentu saja, kami harus melewati jembatan Suramadu yang cukup terkenal. Ini adalah kali pertama saya melewati jembatan Suramadu. Seru sekali rasanya bisa berjalan di atas laut. Perjalanan menuju Sumenep cukup memakan waktu, kami harus menempuh perjalanan sekitar 6-8 jam. Capek juga kalau harus duduk dalam waktu yang lama.

Selain mengunjungi rumah saudara, saya dan keluarga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menjelajah sedikit Pulau Madura. Saat di Bangkalan, kami sempat mampir ke Bukit Jeddih. Awalnya bukit Jeddih adalah daerah hasil galian tambang, namun pada akhirnya terbentuklah tebing-tebing/ bukit kapur yang memiliki pesona tersendiri. Selain itu, kami juga mengunjungi Bukit Tinggi. Objek wisata bukit tinggi ini sudah terkena sentuhan tangan manusia. Beberapa wahana/ spot pun dibuat instagramable. Sayangnya, keamanan wahananya masih kurang diperhatikan.

Sebenarnya masih banyak banget objek wisata di Madura, khususnya wisata pantai. Sayangnya, saat itu kami tidak memiliki banyak waktu untuk berkeliling. Semoga di lain kesempatan, saya bisa lebih banyak mengeksplor objek wisata yang ada di sana bersama tiket.com #tiketWonderfulIndonesia. Pssst.. jangan lupa rencanakan perjalanan kamu dan dapatkan harga menarik dari tiket.com!