Cinta Mengajarkan Cara Melepaskan

Saya muhammad jefri elkino dari mahasiswa uin syarif hidayatullah jakarta Fakultas syariah dan hukum Program studi perbandingan madzhab
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jefri Elkino tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak semua cinta yang berakhir dengan keindahan bersama. Ada yang datang untuk pergi, ada pula yang datang hanya untuk mengajarkan sesuatu sebelum akhirnya pergi. Meski terdengar menyakitkan, kenyataannya tidak semua orang yang kita cintai ditakdirkan untuk menjadi bagian dari masa depan kita.
Ketika jatuh cinta, kita sering kali berharap semuanya berjalan sesuai keinginan. Kita membayangkan hubungan yang bertahan lama, rencana-rencana sederhana, hingga masa depan yang ingin dibangun bersama. Namun hidup tidak selalu memberikan akhir yang kita inginkan.
Perpisahan menjadi salah satu hal yang paling sulit diterima. Kehilangan seseorang yang pernah begitu dekat tentu meninggalkan luka. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kita mulai menyadari bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki.
Melepaskan bukan berarti berhenti mencintai. Melepaskan adalah menerima bahwa tidak semua hal yang kita inginkan harus kita miliki. Ada orang yang tetap kita doakan meskipun sudah tidak lagi berjalan di samping kita. Ada kenangan yang tetap berharga meskipun kisahnya telah usai.
Dari sebuah perpisahan, kita belajar banyak hal. Kita belajar menerima kenyataan, menghargai setiap pertemuan, dan memahami bahwa kebahagiaan tidak boleh bergantung pada kehadiran seseorang. Rasa sakit yang pernah ada perlahan berubah menjadi pelajaran yang membuat kita lebih dewasa.
Pada akhirnya, cinta mengajarkan bahwa tidak semua kisah harus berakhir dengan kebersamaan. Ada cinta yang hadir untuk mengubah cara kita memandang kehidupan, mengajarkan keikhlasan, dan membantu kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.
Sebab terkadang, bentuk cinta yang paling tulus bukanlah tentang mempertahankan seseorang, melainkan merelakannya pergi dengan perasaan yang baik. Dan dari situlah kita memahami bahwa pada akhirnya, cinta memang mengajarkan cara melepaskan.
Penulis berkata,
"Jika memang kita ditakdirkan bersama, kita tidak perlu saling memaksa. Sebab cinta yang tulus akan selalu menemukan jalannya untuk kembali dan bertumbuh bersama."
"Jika di takdirkan maka kembali, jika tidak ikhlasi."
