Daboih: Pengertian dan Asal Usul Permainan Tradisional Aceh
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daboih adalah salah satu permainan tradisional yang tumbuh dan berkembang di Aceh. Permainan ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan anak-anak yang berusia 8 tahun ke atas di daerah tersebut. Meski zaman terus berubah, daboih tetap mencerminkan kekayaan budaya lokal yang patut dikenali dan dipahami.
Apa Itu Daboih?
Permainan daboih dikenal sebagai salah satu permainan rakyat yang populer di Aceh. Menurut buku Permainan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh, daboih merupakan permainan yang melibatkan keberanian, keyakinan dan fokus. Umumnya dimainkan di tanah lapang oleh orang dewasa, namun tidak jarang anak-anak hingga remaja yang sudah siap ikut pula memainkannya.
Pengertian Permainan Daboih
Daboih berasal dari bahasa Arab dabbus. Dalam berbagai daerah, kata ini diserap sebagai “debus”. Dikenal sebagai permainan yang menampilkan “kesaktian tubuh” karena tidak mempan ditusuk atau dilukai benda-benda tajam.
Cara Bermain Daboih Secara Umum
Secara umum, daboih dimainkan oleh sekelompok orang. Ada pemain utama yang hendak menunjukkan kemampuannya, lalu ada pengiring yang memainkan alat musik tradisional, serta ada pemandu yang bertugas membimbing si pemain utama agar tetap fokus sehingga permainan bisa berhasil.
Asal Usul Permainan Daboih
Daboih sudah dikenal di Aceh sejak masa lampau, kira-kira abad ke-12 dan diwariskan secara turun-temurun di Aceh. Permainan ini berkembang seiring dengan tradisi masyarakat setempat, terutama di wilayah pedesaan yang kaya akan ruang terbuka.
Sejarah Singkat Daboih di Aceh
Berdasarkan catatan dari buku Permainan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh oleh Drs. H. Bambang Suwonoo, dkk., daboih sudah dimainkan sejak dahulu kala oleh masyarakat Aceh sebagai bentuk hiburan dan pengisi waktu luang. Daboih juga sering dimainkan berdasarkan kejadian-kejadian tertentu yang penting bagi masyakarat misalnya menyangkut kehamilan dan kelahiran seseorang, atau hari raya. Permainan ini menjadi sarana interaksi sosial di tengah kehidupan masyarakat tradisional.
Nilai Budaya yang Terkandung dalam Daboih
Daboih mengajarkan nilai kejujuran dan kerjasama. Selain itu, permainan ini menanamkan sikap disiplin dan menghargai aturan. Melalui daboih, generasi muda diajak untuk mengenal dan menjaga tradisi lokal yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka.
Daboih dalam Kehidupan Masyarakat Aceh
Permainan daboih masih sering dijumpai dalam acara adat atau kegiatan bersama di pedesaan Aceh. Selain menjadi hiburan, daboih juga berperan sebagai media pendidikan karakter bagi anak-anak.
Peran Daboih dalam Tradisi dan Sosialisasi Masyarakat
Daboih memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar berinteraksi, bekerja sama, dan membangun relasi sosial. Permainan ini juga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri dan keterampilan motorik.
Upaya Pelestarian Permainan Daboih
Masyarakat Aceh terus berupaya melestarikan daboih melalui festival budaya dan kegiatan sekolah. Beberapa komunitas turut mengajarkan permainan ini sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga.
Kesimpulan
Daboih merupakan permainan tradisional Aceh yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai budaya. Permainan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi lokal di tengah perkembangan zaman. Melalui daboih, generasi muda Aceh dapat belajar tentang kejujuran, sportivitas, dan kebersamaan.
Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman