Masempyar: Sejarah dan Aturan Permainan Rakyat Bali
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permainan tradisional selalu hadir sebagai warna dalam kehidupan masyarakat Bali. Masempyar, salah satu permainan rakyat yang telah dikenal sejak lama, menjadi bagian dari kebudayaan lokal yang diwariskan turun-temurun. Permainan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana belajar kebersamaan dan ketangkasan bagi anak-anak di Bali.
Sejarah Permainan Masempyar
Permainan masempyar memiliki tempat tersendiri dalam sejarah permainan rakyat Bali. Menurut buku Permainan Rakyat Daerah Bali yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, masempyar sudah lama dimainkan oleh anak-anak di berbagai desa. Permainan ini berkembang seiring waktu, tetap bertahan di tengah arus modernisasi yang makin pesat.
Asal-usul Masempyar di Bali
Sejak dahulu, masempyar dikenal sebagai permainan sederhana yang mengandalkan kecekatan. Informan tertua yang disebutkan dalam buku sumber berusia 105 tahun. Artinya, ketika ia kecil yaitu pada abad ke-19 permainan ini sudah ada. Anak-anak Bali bermain masempyar di halaman rumah atau lapangan desa setelah jam belajar selesai. Tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi, menciptakan rasa kebersamaan di antara pemainnya.
Perkembangan dan Pelestarian Masempyar
Walaupun teknologi kini semakin merambah kehidupan sehari-hari, masempyar masih bertahan di sejumlah wilayah. Permainan ini tetap dilestarikan dalam kegiatan adat dan festival budaya, sehingga generasi muda tetap mengenal akar budaya mereka.
Aturan dan Cara Bermain Masempyar
Permainan masempyar memiliki aturan yang mudah dipahami dan tidak membutuhkan alat khusus. Setiap sesi permainan biasanya melibatkan beberapa pemain yang saling berkompetisi secara sportif. Berikut detail persiapan hingga langkah-langkah dalam bermain masempyar.
Persiapan Permainan Masempyar
Jumlah pemain masempyar biasanya paling sedikit dua orang dan paling banyak enam orang agar tidak terlalu lama menunggu giliran. Lokasi permainan yang ideal adalah lantai yang keras dan teduh. Biasanya di teras rumah. Pemain hanya memerlukan batu dengan jumlah yang dapat dibagi rata kepada semua pemain. Aturan jumlah batu bagi pemenang disepakati sebelum permainan dimulai.
Langkah-langkah Bermain Masempyar
Permainan dimulai dengan menentukan urutan pemain. Biasanya dengan undian suit.
Awalnya, setiap peserta menaruh batu secara acak di lantai lalu dilihat pola batu yang hampir menyerupai bentuk persegi. Pemain giliran pertama menyentilkan batu ke arah kumpulan batu yang hampir persegi itu agar genap menjadi persegi. Jika telah berhasil, ia harus memungut batu itu tanpa menyentuh batu yang lain, kemudian dilemparkan dan ditangkap menggunakan punggung tangan. Jika berhasil, ia lemparkan lagi dan ditangkap dengan telapak tangan. Dengan demikian batu itu menjadi milik dari pemain tersebut. Jika gagal, maka giliran pemain berikutnya yang menyentil dan menangkap batu.
Pemain yang berhasil mengumpulkan batu paling banyak adalah pemenangnya.
Tips dan Nilai Budaya dalam Masempyar
Selain seru dimainkan, masempyar memberi pelajaran penting tentang kecermatan dan sportivitas. Anak-anak belajar menghargai keputusan bersama dan membangun kerja sama. Permainan ini juga memperkuat ikatan sosial di lingkungan mereka.
Kesimpulan
Masempyar menjadi cermin kekayaan budaya Bali yang masih terjaga hingga kini. Permainan ini tidak hanya menghibur, namun juga membangun karakter anak lewat nilai kebersamaan dan sportivitas. Melestarikan masempyar berarti ikut menjaga warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Bali.
Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman